Club América Genap 110 Tahun: Jardine Kembali Bernostalgia di Tengah Sejarah Panjang Sang Raksasa Liga MX

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Club América Genap 110 Tahun: Jardine Kembali Bernostalgia di Tengah Sejarah Panjang Sang Raksasa Liga MX

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Club América genap berusia 110 tahun pada 12 Oktober. Klub paling bergelimang gelar di Liga MX itu merayakan tonggak sejarah yang jarang disentuh klub lain di Meksiko, dengan 16 trofi liga yang menghiasi lemari piala mereka. Perayaan kali ini terasa istimewa karena salah satu arsitek kesuksesan terbaru mereka, André Jardine, ikut menyampaikan penghormatan meski sudah tidak lagi menangani tim.

Jejak Jardine dan Tricampeonato yang Melegenda

Nama André Jardine masih lekat di hati para aficionado azulcrema. Pelatih asal Brasil itu membawa América menorehkan tricampeonato, sebuah pencapaian yang menempatkan klub berada di puncak era keemasan modern mereka. Kini menangani Shabab Al-Ahli di Uni Emirat Arab, Jardine tetap menyempatkan diri mengirim pesan emosional melalui akun resminya.

Dalam video yang diiringi lagu “Stand by Me” versi Oasis, Jardine menyampaikan rasa hormatnya kepada institusi yang pernah ia banggakan. Ia menyebut bahwa memimpin América adalah sebuah kehormatan yang tidak akan pernah ia lupakan, dan menyebut klub itu sebagai sejarah yang hidup. Meski kepergiannya pada Juni 2026 terbilang mendadak dan sempat menimbulkan tanda tanya, Jardine memilih mengenang hubungan baiknya dengan suporter, jajaran direksi, dan para pemain yang pernah ia tangani.

Dari Récord hingga Raksasa Coapa

Perjalanan América tidak lepas dari akar sejarah yang kaya. Klub ini lahir dari peleburan dua tim, yakni Récord yang diasuh legenda Rafael Garza Gutiérrez dan Colón dari komunitas Marista. Pada masa-masa awal, identitas visual klub masih sangat sederhana, berupa inisial C dan A yang ditata sedemikian rupa. Baru pada tahun berikutnya, muncul globe dengan siluet benua Amerika serta huruf-huruf berwarna biru yang menjadi ciri khas hingga kini.

Nama klub sempat berubah menjadi Centro Unión pada 1918 akibat masuknya sejumlah sekolah Marista ke dalam struktur tim. Perubahan itu turut mengubah lambang klub. Namun dua tahun berselang, nama América kembali digunakan dan bertahan selamanya, sekaligus menghadirkan dasar lambang yang kita kenal sekarang. Memasuki dekade 1940-an, desain lambang berevolusi dengan munculnya segitiga terbalik, huruf C dan A berwarna merah, serta sosok elang yang menjadi ikon utama.

Evolusi Identitas yang Tak Pernah Pudar

Sejarah kostum juga menjadi bagian menarik dari perjalanan Amerika. Garza Gutiérrez bersama Récord memakai seragam berwarna krem dengan celana biru, yang kemudian menjadi prototipe seragam pertama klub. Ketika nama Centro Unión dipakai, gaya berpakaian itu tetap dipertahankan. Pada momen bersejarah berupa tur ke Guatemala, yang menjadikan América sebagai tim Meksiko pertama yang bermain di luar negeri, muncul varian seragam dengan garis-garis merah. Seiring waktu, elemen-elemen estetika itu disempurnakan hingga membentuk identitas yang kita saksikan hari ini.

Berikut sejumlah tonggak penting dalam perjalanan identitas Club América:

  • 1916: Klub berdiri dari peleburan Récord dan Colón, memakai inisial C dan A sebagai lambang pertama.
  • 1917: Globe dengan siluet benua Amerika dan huruf biru mulai digunakan.
  • 1918: Nama berubah menjadi Centro Unión dan lambang ikut disesuaikan.
  • 1920: Nama América kembali dipakai untuk selamanya.
  • 1940-an: Segitiga terbalik, huruf merah, dan sosok elang muncul dalam lambang.
  • Era modern: Bola ditambahkan di latar siluet benua, lalu disempurnakan menjadi lambang saat ini.

Dominasi di lapangan juga tercermin dari koleksi gelar. Dengan 16 titul Liga MX, América menjadi klub tersukses dalam sejarah kompetisi. Tricampeonato yang diraih pada era Jardine menjadi puncak dari rangkaian prestasi tersebut, mengukuhkan posisi mereka sebagai ikon sepak bola nasional yang diperhitungkan hingga tingkat internasional.

Warisan yang Terus Berlanjut

Perayaan 110 tahun ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa identitas sebuah klub dibangun dari waktu, pergantian generasi, dan kesetiaan suporter. Dari seragam krem sederhana hingga lambang modern yang mendunia, América telah melewati lebih dari satu abad dinamika tanpa kehilangan jati diri. Pesan Jardine menegaskan bahwa ikatan emosional dengan klub tidak berhenti ketika seorang pelatih hengkang. Baginya, América adalah sejarah hidup yang akan selalu ia dukung dari kejauhan.

Dengan fondasi sejarah yang kuat, koleksi gelar yang melimpah, serta basis penggemar yang besar, masa depan Club América tampak tetap cerah. Perjalanan 110 tahun ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk babak berikutnya dalam upaya mempertahankan status sebagai klub paling berpengaruh di sepak bola Meksiko.

Sumber Berita: Bolavip México, Liga MX

Penulis: Rahmat
Editor: Rizky Zulianda