Suporter Liverpool Sindir Man City Lewat Parodi Lagu Oasis di Anfield

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Suporter Liverpool Sindir Man City Lewat Parodi Lagu Oasis di Anfield

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Suporter Liverpool kembali menunjukkan kreativitas mereka dalam menyindir rival berat, Manchester City, dengan cara yang unik. Pada laga pekan keenam Premier League 2026/2027 yang digelar di Anfield, Minggu (11-10-2026), para pendukung tuan rumah memanfaatkan kedekatan band legendaris Oasis dengan Manchester City sebagai bahan ejekan. Aksi ini berlangsung di tengah sorotan terhadap kasus 114 pelanggaran aturan finansial yang membuat Man City dinyatakan bersalah.

Kehadiran Noel Gallagher di Anfield

Yang menarik, Noel Gallagher bahkan hadir langsung di tribune Anfield untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangannya melawan Liverpool. Kehadirannya menambah konteks bagi aksi suporter tuan rumah yang menjadikan lagu-lagu Oasis sebagai bahan ejekan. Momen ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial dan kalangan penggemar sepak bola.

Kreativitas Suporter dalam Menyindir Rival

Aksi suporter Liverpool ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, mereka juga dikenal sering melontarkan sindiran kreatif kepada klub-klub rival. Berikut beberapa bentuk parodi yang digunakan dalam laga tersebut:

  • Mengubah judul lagu Oasis menjadi sindiran terkait pelanggaran finansial Man City.
  • Memodifikasi penggalan lirik lagu agar relevan dengan isu 114 pelanggaran aturan.
  • Menampilkan sampul album Oasis dengan sentuhan pesan menyudutkan rival.
  • Membentangkan spanduk dan mengibarkan bendera bertema parodi di tribun Anfield.

Kasus 114 pelanggaran aturan finansial yang menjerat Manchester City menjadi latar belakang aksi tersebut. Hingga kini, Man City dinyatakan bersalah dan masih menunggu proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, pertandingan antara Liverpool dan Man City sendiri berlangsung sengit sebagai bagian dari persaingan papan atas Premier League.

Editor: Rizky Zulianda

Penulis: Muhammad Nur