Banjir Bandang Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Jalan Nasional Putus

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Banjir Bandang Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Jalan Nasional Putus

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Bencana banjir bandang melanda Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, pada Sabtu (10/10/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 12.00 WIB. Dampaknya luas: ratusan keluarga terpaksa mengungsi, puluhan rumah terendam, dan akses jalan nasional yang menghubungkan Tapan dengan Sungai Penuh terputus total.

Ribuan Warga Terdampak di Dua Kabupaten/Kota

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Ilham Wahab, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan perkembangan per 11 Oktober 2026, banjir di Kota Padang berdampak pada 498 kepala keluarga dengan 672 jiwa mengungsi. Sementara itu, di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir yang melanda 10 nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan berdampak pada 4.240 jiwa.

“Untuk Kota Padang, banjir terjadi di tiga kecamatan. Sementara di Pesisir Selatan, banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan,” kata Ilham, Senin (12/10/2026).

Di Kota Padang, banjir melanda sejumlah kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji. Wilayah terdampak meliputi Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, serta Kelurahan Kuranji. Laporan pertama diterima dari kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, sekitar pukul 12.52 WIB.

Kerusakan Infrastruktur dan Korban Jiwa

Sedikitnya 120 rumah terendam banjir di Kota Padang. Rinciannya, sekitar 60 rumah di Kelurahan Kuranji, 40 rumah di Lubuk Minturun, dan 20 rumah di Tabing Banda Gadang. Lima rumah di Kelurahan Kuranji mengalami kerusakan, terdiri dari empat rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang.

Dampak paling signifikan adalah putusnya jalan masyarakat di kawasan PDAM Guo, Kelurahan Kuranji, setelah tanggul di aliran sungai kawasan Lapau Munggu jebol. Jalan nasional yang menghubungkan Tapan dengan Sungai Penuh juga dilaporkan terputus, menghambat distribusi bantuan dan mobilitas warga.

Data dari Pos Curah Hujan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin mencatat curah hujan mencapai 112 mm dalam enam jam. Hujan dengan intensitas tinggi berlangsung sejak pukul 12.00 hingga 14.30 WIB, meningkatkan debit aliran Sungai Batang Air Dingin di Koto Tangah dan memicu kerusakan tanggul.

Evakuasi Dramatis dan Penanganan Darurat

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi lebih dari 50 warga yang terjebak di kawasan Koto Tangah akibat meluapnya sungai. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan tali untuk menjangkau warga di tengah arus deras. Secara keseluruhan, tim gabungan mengevakuasi 238 jiwa tanpa laporan korban meninggal dunia.

Penanganan saat ini dilakukan bersama sejumlah unsur, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan tim BPBD. Pendataan serta evakuasi warga terus dilakukan di lokasi terdampak. Sistem pemantauan tinggi muka air mendeteksi kenaikan debit sungai dan sirene peringatan banjir diaktifkan.

Sorotan Pemerintah Pusat

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengoptimalkan penanganan darurat dengan memprioritaskan keselamatan warga, terutama mereka yang masih terjebak dan membutuhkan pertolongan segera.

“Pemerintah perlu mengoptimalkan penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Keselamatan warga yang utama,” kata Puan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (12/10).

Puan juga mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar segera memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak serta pengungsi, menyiapkan tempat pengungsian yang aman dan layak, serta memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan. “Tempat pengungsian juga harus ramah anak, ibu hamil/menyusui, lansia, dan warga dengan kebutuhan khusus dan yang memiliki penyakit bawaan,” ujarnya.

Mitigasi Menurut Ahli Kebencanaan

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mendorong mitigasi terpadu dari hulu hingga hilir. Langkah yang perlu dilakukan meliputi:

  • Penanganan tanggul dan audit sungai secara menyeluruh;
  • Penguatan sistem peringatan dini berbasis teknologi;
  • Penataan ruang yang aman dari risiko banjir;
  • Peningkatan kesiapsiagaan warga melalui edukasi kebencanaan.

Daryono menekankan bahwa banjir terjadi setelah hujan deras yang menyebabkan kenaikan debit sungai di sejumlah kawasan. Tanggul di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji, yang jebol memerlukan penanganan segera agar tidak menimbulkan bencana susulan.

Data Terkini Dampak Banjir

Wilayah Jumlah Terdampak Keterangan
Kota Padang 498 KK / 672 jiwa mengungsi 3 kecamatan: Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji
Pesisir Selatan 4.240 jiwa 10 nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan
Rumah Terendam 120 rumah Kuranji, Lubuk Minturun, Tabing Banda Gadang
Evakuasi 238 jiwa Menggunakan perahu karet dan kendaraan operasional

Hingga berita ini diturunkan, data mengenai jumlah warga terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan serta pemutakhiran. Koordinasi antarpihak dinilai penting untuk memastikan bantuan dan layanan darurat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Bencana ini menjadi pengingat bahwa wilayah Sumatra Barat memiliki risiko tinggi terhadap banjir bandang dan tanah longsor. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat serta membangun ketahanan jangka panjang. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sumber Berita: Langgam.id, ANTARA, Kumparan, IDN Times

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda