Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | BANJARMASIN — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Selatan terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga bela diri dengan menggelar sertifikasi bagi 59 pelatih dan wasit juri. Kegiatan bertajuk sertifikasi Level III Muda ini berlangsung di Hotel POP Banjarmasin dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar kepelatihan, kompetensi perangkat pertandingan, serta kualitas pembinaan atlet di daerah.
Sertifikasi tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Kalsel, yang terdiri dari wasit juri internasional dan pelatih nasional. Para pemateri dinilai memiliki kompetensi untuk membekali peserta sesuai kebutuhan pembinaan pencak silat di wilayah tersebut.
Dorong Lahirnya Pelatih Berkualitas
Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel, H. Supri Muyono, menyatakan bahwa sertifikasi ini diarahkan untuk memperbanyak tenaga pelatih berkualitas sekaligus meningkatkan kemampuan wasit juri dalam mendukung perkembangan pencak silat di daerah.
Supri menambahkan, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten menjadi faktor penting dalam memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini hingga tingkat prestasi. Karena itu, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit juri perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pembinaan dan pelaksanaan pertandingan berjalan sesuai standar yang berlaku.
Materi Sertifikasi dan Pembaruan Regulasi
Materi yang diberikan dalam sertifikasi ini mencakup berbagai aspek penting, antara lain:
- Coaching atau kepelatihan
- Peraturan terbaru pencak silat tahun 2026
- Norma dan etika
- Motivasi dan mentalitas wasit juri
- Praktik lapangan
Pembaruan regulasi menjadi salah satu materi krusial agar pelatih dan perangkat pertandingan memahami ketentuan terbaru dan mampu menerapkannya dalam proses latihan maupun pertandingan.
Persiapan Kejuaraan Piala Bergilir
Selain sertifikasi, IPSI Kalsel tengah mempersiapkan agenda kejuaraan tahunan berupa Piala Bergilir Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel yang direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026 di Banjarmasin. Kejuaraan tersebut akan mempertandingkan kelompok usia dini, praremaja, remaja, hingga dewasa.
Ia juga mengungkapkan bahwa IPSI Kalsel memiliki sembilan wasit juri nasional dan dua wasit juri internasional. Sementara itu, terdapat sekitar 15 pelatih nasional yang menjadi bagian dari kekuatan pembinaan pencak silat di daerah.
Peluang Pengembangan Hingga Tingkat Internasional
Selain meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi, IPSI Kalsel membuka peluang pengembangan kapasitas pelatih melalui program di tingkat internasional. Peluang tersebut berkaitan dengan persiapan kejuaraan dunia di Uzbekistan serta program penempatan di Australia selama enam bulan dalam rangka persiapan menuju Olimpiade.
Supri berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan pelatih, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan ditularkan kepada pelatih lain di Kalsel.
Apresiasi Dispora Kalsel
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Heru Susmianto, mengapresiasi pelaksanaan sertifikasi yang dinilai mendukung penguatan pembinaan olahraga, khususnya pencak silat.
Heru menambahkan, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang memiliki banyak peminat di Kalsel. Karena itu, penguatan pembinaan melalui peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan regenerasi atlet dan mendorong peningkatan prestasi daerah.
Melalui sertifikasi ini, IPSI Kalsel bersama pemangku kepentingan olahraga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan pencak silat, mulai dari penjaringan atlet usia dini, peningkatan kualitas latihan, hingga penyelenggaraan kompetisi yang mendukung lahirnya atlet berprestasi.
Sumber: Barito Post
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






