Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Situasi keamanan di Riyadh, Arab Saudi, mendadak memanas setelah serangan mematikan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman menghantam Bandara Internasional King Khalid. Serangan bertubi-tubi yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) dan Minggu (11/10/2026) waktu setempat itu menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya. Meski demikian, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memastikan penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah tetap beroperasi normal.
Detik-detik Serangan di Bandara King Khalid
Otoritas penerbangan sipil Saudi melaporkan bahwa serangan pertama pada Sabtu (10/10) menghantam area Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid. Sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 300 orang luka-luka dalam insiden tersebut. Sehari berselang, serangan kedua kembali terjadi dan menghantam area Terminal 4, menyebabkan kebakaran serta menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya.
Televisi pemerintah Saudi merilis setidaknya tiga rekaman CCTV yang menunjukkan momen mengerikan saat serangan terjadi. Reuters memverifikasi timestamp pada rekaman-rekaman tersebut. Salah satu rekaman memperlihatkan puluhan jemaah yang mengenakan ihram sedang mengantre rapi melewati pemeriksaan keamanan di salah satu gerbang keberangkatan, bersiap menuju dua situs paling suci Islam. Tiba-tiba ledakan keras disusul kilatan cahaya oranye mengguncang lokasi, dan langit-langit gedung bandara runtuh menimpa mereka.
Rekaman lain menunjukkan orang-orang sedang duduk di area ruang tunggu ketika ledakan tiba-tiba mengguncang dan kobaran api disertai kepulan asap terlihat di salah satu sudut ruangan. Kepanikan pun tak terhindarkan, para jemaah dan penumpang berlarian mencari perlindungan.
Kesaksian Horor Para Penumpang
Sejumlah penumpang menceritakan pengalaman horor mereka saat serangan terjadi. Seorang warga Riyadh berusia 32 tahun mengaku mendengar suara yang sangat keras hingga merasakan bandara berguncang.
“Sirene peringatan bandara berbunyi, dan saat itulah kepanikan bermula. Orang-orang yang berada di Terminal 3 mulai berlari ke arah kami. Wajah sebagian dari mereka berlumuran darah. Ada yang kehilangan tangan atau lengan. Orang-orang berlarian sambil menggendong korban luka yang berlumuran darah,” ujarnya dengan syarat anonimitas karena adanya ancaman tindakan keras dari otoritas Saudi.
Petugas keamanan mengawal dia dan penumpang lainnya ke lantai bawah. Mereka menunggu selama satu jam sebelum diizinkan meninggalkan lokasi kejadian. Kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu tersebut.
Penerbangan dari Soekarno-Hatta Tetap Normal
Di tengah memanasnya situasi keamanan di Riyadh, PT Angkasa Pura Indonesia melalui pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah tetap berjalan normal dan lancar.
“Untuk operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar,” kata Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, di Tangerang.
Meskipun demikian, Soetta memang tidak menyediakan rute penerbangan langsung ke Riyadh. Beberapa penumpang dari Jakarta memilih terbang ke Riyadh dengan melakukan transit di Dubai terlebih dahulu. Dampak dari eskalasi keamanan tersebut justru terasa pada penerbangan lanjutan.
“Sehubungan dengan perkembangan situasi tersebut, penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh maupun Jeddah mengalami pembatalan, sehingga berdampak pada perjalanan penumpang yang menggunakan rute penerbangan transit tersebut,” papar Yudis.
Merrespons kendala yang dialami para penumpang transit, pengelola Bandara Soetta langsung mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) demi menjamin kenyamanan pengguna jasa. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendampingi penumpang terdampar, mulai dari konsumsi berupa makanan ringan dan minuman hingga area istirahat sementara di employee lounge Terminal 3 Bandara Soetta.
Imbauan KBRI Riyadh dan Kemenhaj RI untuk WNI
Menyusul serangan yang terjadi di Riyadh, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengeluarkan imbauan resmi bagi seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, serta selalu memantau informasi resmi dari otoritas setempat.
“WNI diimbau menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke Kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh,” bunyi keterangan resmi KBRI Riyadh. KBRI juga mengimbau WNI yang memiliki rencana penerbangan untuk selalu mengonfirmasi jadwal serta status penerbangan secara langsung kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Berikut nomor darurat dan hotline yang dapat dihubungi WNI dalam keadaan darurat:
- 911 untuk wilayah Riyadh, Makkah, Madinah, dan Eastern Province
- 998 untuk wilayah lain di Arab Saudi
- Hotline KBRI Riyadh: +966 569173990
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI juga mengeluarkan imbauan bagi jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi agar tetap berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.
“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan di Jakarta.
Dampak Diplomatik dan Keberlangsungan Aktivitas
Serangan ke bandara ini sempat memicu protes dari sejumlah negara, termasuk negara Muslim seperti Malaysia. Bandara tersebut telah ditutup sejak serangan hari Sabtu, meskipun konferensi energi internasional yang telah lama direncanakan tetap berlangsung di Riyadh pada hari Minggu sesuai jadwal. Dilaporkan pula pada Minggu sore serangan kembali terjadi di bandara Riyadh dan bandara lain di sebelah timur negeri itu.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang penerbangan internasional untuk aktif mengecek status penerbangan terbaru di kanal resmi maskapai sebelum meluncur ke bandara. Manajemen bandara bersama para pemangku kepentingan terkait terus mengawal perkembangan kondisi global serta berkoordinasi erat agar operasional bandara tetap terkendali.
Penutup
Situasi keamanan di Riyadh yang memanas akibat serangan Houthi menjadi pengingat bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat berdampak luas, termasuk pada mobilitas penerbangan internasional. Meski penerbangan langsung dari Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah dipastikan tetap normal, penumpang dengan rute transit melalui Dubai perlu mewaspadai potensi pembatalan. Kewaspadaan, pemantauan informasi resmi, dan koordinasi dengan pihak berwenang menjadi kunci utama bagi WNI, terutama jemaah umrah, yang berada di Arab Saudi. Keselamatan harus senantiasa menjadi prioritas di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
Sumber Berita: Liputan6.com, Antara, Reuters, AFP, VIVA, detikBali, CNBC Indonesia
Penulis: Rizky Zulianda
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






