CELIOS Soroti Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun, Ruang Fiskal Terancam

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

CELIOS Soroti Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun, Ruang Fiskal Terancam

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Kondisi keuangan negara kembali menjadi sorotan publik setelah Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis evaluasi terbaru yang mencatat total utang pemerintah telah menembus angka Rp10.293 triliun. Laporan tersebut menilai pengelolaan utang perlu mendapat perhatian serius mengingat dampaknya terhadap keberlanjutan anggaran negara.

Dalam analisisnya, CELIOS menyebut bahwa penarikan utang secara agresif dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Semakin besar porsi anggaran yang dialokasikan untuk membayar utang, semakin kecil ruang yang tersedia untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

Beban Bunga Utang Capai Rp599,4 Triliun

Salah satu indikator yang menjadi perhatian utama adalah beban pembayaran bunga utang. Nilainya mencapai Rp599,4 triliun atau setara dengan 24% dari total penerimaan pajak negara. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seperempat dari penerimaan pajak harus dialokasikan hanya untuk membayar bunga utang, bukan untuk membiayai kebutuhan pembangunan.

  • Total utang pemerintah: Rp10.293 triliun
  • Beban pembayaran bunga utang: Rp599,4 triliun
  • Rasio bunga utang terhadap penerimaan pajak: 24%

CELIOS menekankan bahwa rasio tersebut perlu dicermati karena dapat mengurangi kapasitas negara dalam merespons berbagai kebutuhan mendesak, termasuk belanja sosial, infrastruktur, dan program pemulihan ekonomi. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan fiskal yang lebih besar di masa mendatang.

Dorongan Pengelolaan Utang yang Lebih Bijak

Evaluasi ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih bijak dalam mengelola utang, baik dari sisi jumlah maupun penggunaannya. Utang yang digunakan untuk membiayai proyek produktif dinilai lebih aman dibandingkan utang yang dipakai untuk menutup defisit rutin. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan utang juga menjadi kunci agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Pengamat ekonomi menilai bahwa pemerintah perlu memperkuat basis penerimaan negara, memperluas sumber pendapatan, serta meningkatkan efisiensi belanja. Langkah-langkah tersebut dianggap penting agar beban utang tidak semakin membebani APBN dan generasi mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait evaluasi yang dirilis CELIOS. Namun, isu ini diprediksi akan terus menjadi perhatian publik dan pasar keuangan mengingat besarnya angka utang serta dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Sumber: Suara Landak
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda