Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | PT Prambanan Investasi Sukses (PIS) resmi mengalihkan kepemilikan sahamnya di PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) kepada PT Beruntung Berkat Sejahtera. Transaksi ini dilakukan melalui mekanisme pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi DOOH yang dipublikasikan di laman BEI, jumlah saham yang dialihkan mencapai 545.000.000 lembar. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp330 per saham, atau berada di atas harga penutupan reguler DOOH yang saat itu berada di level Rp270 per saham.
Dengan harga tersebut, nilai keseluruhan transaksi ini mencapai Rp179,85 miliar. Penyelesaian transaksi menggunakan skema T+0, yang berarti penyelesaian dilakukan pada hari yang sama dengan tanggal transaksi.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip dari Liputan6.com, PT Prambanan Investasi Sukses menyatakan bahwa tujuan transaksi ini adalah divestasi. Status kepemilikan saham dicatat sebagai kepemilikan langsung.
Berikut rincian transaksi pengalihan saham DOOH:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Pihak Pengalih | PT Prambanan Investasi Sukses |
| Pihak Penerima | PT Beruntung Berkat Sejahtera |
| Jumlah Saham | 545.000.000 lembar |
| Harga per Saham | Rp330 |
| Nilai Transaksi | Rp179,85 miliar |
| Mekanisme | Pasar Negosiasi BEI |
| Penyelesaian | T+0 |
| Tujuan | Divestasi |
Harga transaksi yang lebih tinggi dibanding harga penutupan reguler menunjukkan adanya kesepakatan khusus antara kedua belah pihak. Aksi korporasi ini turut mengubah komposisi kepemilikan saham DOOH secara signifikan.
Langkah divestasi yang dilakukan PIS menjadi bagian dari strategi pengelolaan portofolio investasi perusahaan. Sementara itu, masuknya PT Beruntung Berkat Sejahtera sebagai pemegang saham baru membuka babak baru dalam struktur kepemilikan emiten media digital tersebut.
Transaksi pasar negosiasi sendiri merupakan mekanisme perdagangan saham di BEI yang memungkinkan negosiasi harga secara langsung antara pihak pembeli dan penjual, di luar mekanisme pasar reguler maupun pasar tunai.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






