Warga Brussels Desak UE Perkuat Aksi Iklim Jelang COP

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Warga Brussels Desak UE Perkuat Aksi Iklim Jelang COP

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Puluhan ribu warga memadati jalanan Brussels, Belgia, untuk menuntut Uni Eropa mengambil langkah yang lebih tegas dalam memerangi perubahan iklim. Aksi massa ini berlangsung menjelang pertemuan tahunan COP PBB yang akan digelar di Antalya, Turki, bulan depan.

Polisi setempat mencatat jumlah peserta pawai mencapai 45.000 orang. Massa bergerak menuju markas besar Uni Eropa untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada para pembuat kebijakan.

Tuntutan Utama Massa Aksi

Dalam aksi tersebut, para demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan utama kepada pemerintah dan lembaga Uni Eropa, antara lain:

  • Mempercepat transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.
  • Menetapkan target pengurangan emisi yang lebih ambisius dan mengikat secara hukum.
  • Meningkatkan pendanaan untuk program adaptasi iklim di negara-negara rentan.
  • Melibatkan masyarakat sipil dalam proses pengambilan keputusan terkait kebijakan iklim.

Latar Belakang Gelombang Panas

Gelombang panas yang melanda Eropa dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama meningkatnya partisipasi dalam unjuk rasa ini. Data menunjukkan sejumlah kota di Eropa mencatat rekor suhu tertinggi, memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat, pertanian, dan ekosistem.

Aspek Keterangan
Lokasi aksi Brussels, Belgia
Jumlah peserta 45.000 orang
Tujuan Markas besar Uni Eropa
Pertemuan terkait COP PBB di Antalya, Turki

Jelang Pertemuan COP

Delegasi dari berbagai negara dijadwalkan berkumpul di Antalya, Turki, untuk menghadiri pertemuan tahunan COP bulan depan. Forum internasional ini menjadi momen penting bagi negara-negara dunia untuk menyepakati langkah konkret dalam menekan laju pemanasan global.

Aksi massa di Brussels mencerminkan tekanan publik yang semakin kuat terhadap para pemimpin Eropa agar tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak nyata dalam menghadapi krisis iklim. Warga berharap pertemuan COP mendatang menghasilkan komitmen yang lebih berani dan terukur.