Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh setiap 10 Oktober kembali digelar dengan beragam kegiatan di berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, tema global yang diangkat adalah “Lived experiences heard: real voices, real change”, yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang-orang yang hidup dengan persoalan kesehatan mental sebagai bagian dari upaya mewujudkan perubahan yang bermakna.
Di Surabaya, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperingati momen tersebut melalui Opera dan Talk Show Kesehatan Mental di Graha Sawunggaling Unesa, Sabtu (10/10/2026). Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang meliputi kompetisi cerpen bertema Unspoken Letter, podcast, bedah kasus, pemutaran film, hingga edukasi manajemen stres bagi pengemudi ojek online.
Dekan Fakultas Psikologi Unesa, Dr. Diana Rahmasari, S.Psi., M.Si., Psikolog, menegaskan pentingnya mengembalikan fungsi rumah sebagai ruang aman. Dengan tema “Membangun Resiliensi dari Keluarga sebagai Ruang Aman untuk Mewujudkan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis”, ia menyebut rumah harus menjadi tempat setiap anggota keluarga merasa diterima, didengarkan, dan dikuatkan.
“Setahu saya, universitas lain belum ada yang mengadakan ini. Hanya Unesa yang baru mengundang teman-teman ojol untuk manajemen stres,” kata Diana dalam sambutannya.
Kemenkes Luncurkan Buku Saku Skrining Kesehatan Jiwa
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan empat seri buku saku Skrining Kesehatan Jiwa sebagai panduan praktis bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di lapangan. Peluncuran berlangsung di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa buku saku tersebut mencakup seri Ibu Hamil dan Pasca Persalinan, Anak dan Remaja, serta Dewasa dan Lansia.
“Pada kesempatan hari ini juga akan dilakukan launching buku saku Skrining Kesehatan Jiwa sebagai panduan praktis bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan,” ujar Maria.
Langkah ini diharapkan menjadi acuan baku yang mudah diaplikasikan, sehingga deteksi dini masalah kesehatan jiwa dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Griya Peduli PMI Solo Gelar Jalan Sehat
Di Kota Surakarta, warga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Disabilitas Mental Griya Peduli PMI Kota Surakarta mengikuti kegiatan jalan sehat dengan penuh semangat. Kegiatan ini bukan sekadar agenda peringatan tahunan, melainkan bagian dari pendampingan untuk mendukung kesejahteraan warga.
Kepala LKS Griya Peduli PMI Kota Surakarta, Eni Wulandari, menyatakan bahwa jalan sehat bertujuan menjaga kesehatan fisik sekaligus memberikan kesempatan kepada warga untuk berekreasi dan menikmati suasana di luar lingkungan griya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu meningkatkan semangat, kebugaran, dan kesejahteraan mereka,” jelas Eni.
Ia menekankan bahwa proses pemulihan tidak hanya membutuhkan pendampingan dari lembaga, tetapi juga dukungan keluarga dan penerimaan masyarakat. Lingkungan yang positif dan inklusif menjadi faktor penting agar penyandang disabilitas mental dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermartabat.
Kampus Bekali Mahasiswa Baru Budaya Antikekerasan
Di Malang, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Brawijaya (FBiPK UB) membekali 1.300 mahasiswa baru dengan budaya peduli dan antikekerasan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan mental di lingkungan kampus, sekaligus mencegah terjadinya kekerasan yang berdampak pada kondisi psikologis mahasiswa.
Pembekalan tersebut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang aman, suportif, dan saling menghargai, sejalan dengan semangat Hari Kesehatan Mental Sedunia.
Film Horor Hasut Angkat Isu Kepercayaan dan Curiga
Dunia perfilman turut meramaikan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Tuta Films mempersembahkan film horor-misteri berjudul Hasut, karya debut sutradara Ilya Sigma yang tayang menjelang momen tersebut.
Film ini mengeksplorasi perasaan takut, curiga, dan terteror dari suara-suara misterius yang muncul dari HT dan menyesatkan pikiran keempat sahabat di sebuah hutan. Dibintangi Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova, Hasut menghadirkan horor tanpa penampakan, dengan ketegangan yang dibangun melalui suara-suara manipulatif yang memicu paranoia.
“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” terang Ilya Sigma dalam press screening di XXI Plaza Indonesia, Jakarta.
Kesimpulan
Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 menunjukkan bahwa isu kesehatan jiwa telah menjadi perhatian lintas sektor, mulai dari kampus, lembaga kesehatan, lembaga sosial, hingga industri kreatif. Berbagai kegiatan yang digelar menegaskan bahwa kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dengan pendampingan berkelanjutan serta lingkungan yang inklusif, diharapkan penyandang masalah kesehatan mental dapat pulih, percaya diri, dan kembali berpartisipasi dalam kehidupan sosial secara bermartabat.
Sumber Berita: Harian Bhirawa, Metro TV, Harian Disway, Jakartakita.com
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






