Panama Dilanda Gempa Magnitudo 7,5: Pemerintah Ajukan Dispensa Fiskal Rp1,6 Triliun, Tonosí Lumpuh Total

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Panama Dilanda Gempa Magnitudo 7,5: Pemerintah Ajukan Dispensa Fiskal Rp1,6 Triliun, Tonosí Lumpuh Total

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Panama pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 12.56 waktu setempat. Episentrum berada di dekat Tonosí, sebuah kota kecil yang terletak jauh dari Jalan Raya Panamericana. Getaran kuat tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memutus akses air bersih dan listrik selama lebih dari 24 jam. Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, lebih dari 170 gempa susulan terus mengguncang wilayah selatan negara itu, membuat warga hidup dalam ketakutan.

Tonosí Berubah Menjadi Kamp Pengungsian Darurat

Di Tonosí, sebuah taman di pusat kota kini berfungsi sebagai dapur umum, rumah sakit lapangan, dan tempat berlindung bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal. Tiga petugas pusat kesehatan memasak makanan secara bergotong royong untuk lebih dari seratus orang setiap kali waktu makan. Daging babi dimasak perlahan di atas api terbuka, sementara warga mengantre dengan wadah sekali pakai untuk menerima porsi mereka.

Seorang warga lanjut usia, Elodia Oliva (94 tahun), terlihat berbaring di salah satu bangku taman, terlalu lelah dan trauma untuk kembali ke rumahnya yang rusak. Banyak korban mengalami serangan panik dan luka akibat terjatuh saat gempa terjadi. tenda-tenda tua dengan kondisi memprihatinkan menjadi satu-satunya tempat perawatan sementara. Bantuan air bersih didistribusikan oleh pemerintah daerah, namun keterbatasan akses jalan membuat logistik tersendat.

Pemerintah Ajukan Dispensa Fiskal dan Anggaran Darurat

Menanggapi bencana ini, Presiden Panama melalui Resolusi Kabinet tanggal 10 Oktober 2026 menetapkan status darurat nasional. Salah satu poin krusial dalam kebijakan tersebut adalah permintaan kepada Asamblea Nacional untuk menyetujui dispensa fiskal. Dispensa ini akan menangguhkan sementara batas defisit anggaran yang diatur dalam Undang-Undang Tanggung Jawab Sosial Fiskal.

Untuk tahun 2026, Panama menetapkan batas defisit sebesar 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dispensa disetujui, pemerintah dapat melampaui batas tersebut guna membiayai pemulihan pascagempa. Dasar hukum permohonan ini adalah Pasal 11 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2008 yang mengatur pengecualian dalam situasi darurat seperti bencana alam.

Selain itu, Consejo de Gabinete mengotorisasi pengeluaran hingga 100 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp1,6 triliun) untuk kontrak khusus penanganan darurat. Menteri Ekonomi dan Keuangan, Felipe Chapman, hadir dalam konferensi pers pengumuman kebijakan ini, meski tidak memberikan pernyataan rinci mengenai mekanisme dispensa fiskal.

Metro Panama Kembali Beroperasi Setelah Uji Keamanan

Di ibu kota, otoritas Metro Panama mengumumkan bahwa Layanan Jalur 1 dan Jalur 2 kembali beroperasi penuh pada Minggu, 11 Oktober 2026. Selama sehari sebelumnya, sistem transportasi massal ditutup untuk menjalani evaluasi teknis dan uji coba tanpa penumpang. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural atau gangguan sinyal akibat gempa dan ratusan gempa susulan.

Manajemen Metro menyampaikan terima kasih kepada pengguna atas kesabaran mereka. “Pencegahan dan keselamatan adalah komitmen kami bersama,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari kanal informasi perusahaan. Layanan kembali normal sesuai jadwal reguler, dengan prioritas utama pada keselamatan penumpang dan petugas.

Dampak Regional dan Respons Internasional

Getaran gempa juga dirasakan hingga ke wilayah perbatasan Kosta Rika. Laporan dari lembaga geologi setempat mencatat adanya kerusakan ringan pada beberapa bangunan di provinsi Chiriquí. Sementara itu, di Amerika Serikat, Florida Power & Light melaporkan pemadaman listrik besar-besaran di Panama City Beach, Florida, yang tidak terkait langsung dengan gempa namun terjadi pada hari yang sama. Petugas gabungan dari FPL dan Chelco dikerahkan untuk memulihkan aliran listrik di daerah tersebut.

Pemerintah Panama belum merilis angka resmi korban jiwa maupun kerugian material secara keseluruhan. Fokus saat ini adalah evakuasi, distribusi bantuan, dan stabilisasi wilayah terdampak. Badan penanggulangan bencana nasional terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran logistik ke Tonosí dan sekitarnya.

Langkah Selanjutnya

Dengan status darurat yang berlaku, pemerintah Panama memiliki landasan hukum untuk mempercepat realisasi anggaran darurat. Persetujuan dispensa fiskal dari parlemen menjadi kunci fleksibilitas pembiayaan pemulihan. Sementara itu, warga Tonosí masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar di tengah gempa susulan yang belum reda. Bantuan kemanusiaan terus mengalir, namun tantangan geografis dan kerusakan infrastruktur menjadi hambatan utama. Pemerintah berjanji akan mempercepat normalisasi layanan publik dan merekonstruksi rumah-rumah yang hancur sebelum musim hujan tiba.

Sumber Berita: Infobae, EFE, TVN Noticias, France 24, WJHG

Penulis: Muhammad Nur

Editor: Rizky Zulianda