Aldila Sutjiadi Terhenti di Semifinal China Open 2026, Unggulan Pertama Terlalu Tangguh

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Aldila Sutjiadi Terhenti di Semifinal China Open 2026, Unggulan Pertama Terlalu Tangguh

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Langkah petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi bersama pasangannya Erin Routliffe dari Selandia Baru harus terhenti di babak semifinal ganda putri China Open 2026. Menghadapi pasangan unggulan pertama Katerina Siniakova dari Republik Ceko dan Zhang Shuai dari China, Aldila/Erin menyerah dua set langsung dengan skor 4-6, 2-6 dalam pertandingan yang berlangsung di Beijing, Sabtu (10/10/2026).

Duel bertajuk turnamen level WTA 1000 tersebut berlangsung selama satu jam 14 menit. Meski sempat memberikan perlawanan sengit di awal pertandingan, pasangan Indonesia/Selandia Baru itu belum mampu membendung permainan solid Siniakova/Zhang yang tampil lebih efektif pada poin-poin krusial.

Jalannya Pertandingan

Pada set pertama, Aldila/Erin sempat menjaga persaingan ketat hingga kedudukan imbang 2-2. Namun, Siniakova/Zhang kemudian mengambil kendali pertandingan dengan merebut dua gim berturut-turut untuk unggul 4-2. Aldila/Erin berupaya mengejar dan memperkecil ketertinggalan menjadi 3-4. Akan tetapi, pasangan unggulan pertama tersebut mampu mempertahankan keunggulan dan menutup set pembuka dengan skor 6-4.

Memasuki set kedua, Aldila/Erin sempat membuka harapan setelah merebut gim pertama untuk unggul 1-0. Namun, momentum itu tidak bertahan lama. Siniakova/Zhang segera merespons dengan memenangi tiga gim beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 3-1. Aldila/Erin kembali mencoba menekan dan memperkecil selisih menjadi 2-3. Sayangnya, upaya tersebut belum cukup untuk menghentikan laju lawan. Siniakova/Zhang kembali mendominasi dengan menyapu bersih tiga gim berikutnya, sekaligus memastikan kemenangan 6-2 dan tiket ke final.

Efektivitas Permainan Jadi Pembeda

Statistik pertandingan memperlihatkan keunggulan Siniakova/Zhang dalam menjaga konsistensi permainan. Aldila/Erin hanya mampu mengumpulkan 45 persen dari total poin, sedangkan lawannya menguasai 55 persen. Pada servis pertama, Aldila/Erin mencatatkan persentase masuk sebesar 62 persen, atau 32 dari 52 percobaan. Mereka memenangi 66 persen poin dari servis pertama tersebut, sementara Siniakova/Zhang mampu mengamankan 81 persen poin dari servis pertama mereka.

Selain itu, Aldila/Erin juga mencatatkan delapan kesalahan sendiri, dua kali lipat dari Siniakova/Zhang yang hanya melakukan empat kesalahan. Meski demikian, pasangan Indonesia/Selandia Baru unggul dalam jumlah ace dengan dua ace, berbanding satu ace milik lawan.

Perjalanan Aldila Sutjiadi di China Open 2026

Kekalahan itu mengakhiri langkah Aldila/Erin di China Open 2026. Sebelumnya, mereka berhasil menembus semifinal dengan menyingkirkan pasangan unggulan ketiga, Hsieh Su-wei dari Taiwan dan Jelena Ostapenko dari Latvia, melalui pertarungan tiga set 7-6(5), 4-6, 10-7 pada babak perempat final, Jumat (9/10) malam.

Aldila/Erin tiba di China Open 2026 setelah meraih gelar pada WTA 500 Singapore Open 2026 yang berlangsung akhir September. Sebelumnya, Aldila juga turun di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada nomor ganda campuran bersama petenis yang kini menjadi pelatihnya, Christopher Rungkat.

Sepanjang 2026, Aldila Sutjiadi memang menunjukkan performa impresif di level internasional. Ia tercatat menjuarai WTA 500 DC Open 2026 pada awal Agustus, melaju ke perempat final Cincinnati Open, serta menembus babak 16 besar WTA 1000 Toronto. Kini, torehan semifinal di China Open menjadi salah satu pencapaian terbaiknya di turnamen level WTA 1000 sepanjang musim ini.

Kesimpulan

Kekalahan dari pasangan unggulan pertama Katerina Siniakova/Zhang Shuai menjadi akhir perjalanan Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe di China Open 2026. Meski gagal melangkah ke final, pencapaian semifinal di turnamen WTA 1000 tersebut tetap menjadi modal berharga bagi Aldila untuk terus bersaing di level tertinggi. Konsistensi dan efektivitas permainan pada poin-poin krusial masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi agar dapat menembus babak final di turnamen-turnamen bergengsi berikutnya.

Sumber Berita: ANTARA, iNews.id, WTA

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda