Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Kualitas udara di Jakarta kembali mencuri perhatian publik setelah tingkat polusi tercatat berada dalam kategori Tidak Sehat. Data dari IQAir pada pertengahan September 2026 menunjukkan konsentrasi partikel halus PM 2,5 mencapai 74,7 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut hampir lima kali lipat dari batas pedoman kualitas udara harian yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga memicu kekhawatiran di kalangan warga.
Kondisi ini membuat pengelolaan udara dalam ruangan menjadi semakin penting. Ancaman kualitas udara juga berkaitan erat dengan fenomena El Niño yang berpotensi menghadirkan musim kemarau lebih panas dan panjang. Peningkatan suhu serta kekeringan dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap, sehingga memperburuk situasi polusi di kawasan perkotaan.
Dampak Polusi terhadap Aktivitas Harian
Ketika udara luar memburuk, banyak masyarakat memilih untuk tetap berada di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela. Pendingin udara maupun kipas angin kemudian digunakan untuk menjaga kenyamanan ruangan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menyaring partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan.
Sejumlah warga mulai berinvestasi pada perangkat filtrasi udara rumah tangga, seperti air purifier dengan filter HEPA, untuk mengurangi paparan polutan di dalam ruangan. Kesadaran akan pentingnya udara bersih pun meningkat seiring dengan seringnya kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.
Langkah Memperkuat Filtrasi Udara Rumah
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan warga untuk memperkuat filtrasi udara di rumah:
- Menggunakan air purifier dengan filter HEPA yang mampu menangkap partikel PM 2,5.
- Menutup celah pada pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya udara luar.
- Membersihkan filter secara berkala agar kinerja penyaringan tetap optimal.
- Menempatkan tanaman penyerap polutan di dalam ruangan sebagai filtrasi tambahan.
- Memantau indeks kualitas udara harian sebelum beraktivitas di luar rumah.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan warga dapat mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi udara, terutama saat kualitas udara Jakarta sedang tidak sehat. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi dalam mengatasi permasalahan polusi yang berdampak luas ini.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






