Fluminense Pesta Gol di Maracanã, Savarino Hat-trick dan Pecahkan Rekor 809 Umpan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Fluminense Pesta Gol di Maracanã, Savarino Hat-trick dan Pecahkan Rekor 809 Umpan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Fluminense tampil menggila di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu Coritiba pada laga pekan ke-29 Campeonato Brasileiro Série A 2026 di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Kamis (8/10/2026) malam waktu setempat, Tricolor menutup pertandingan dengan kemenangan telak 4-0. Jefferson Savarino menjadi bintang utama lewat hat-trick, sementara Lucho Acosta melengkapi pesta gol di masa tambahan waktu.

Jalannya Pertandingan

Sejak wasit meniup peluit kick-off, Fluminense langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan pelatih tuan rumah itu menguasai bola hampir tanpa henti dan memaksa Coritiba bermain bertahan dengan garis pertahanan rendah sambil sesekali mengandalkan serangan balik.

Peluang pertama lahir dari kaki Hulk pada menit kelima, namun sepakannya masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Pedro Rangel. Coritiba sempat memberi kejutan pada menit ke-16 ketika Josué melepaskan tendangan bebas yang menghantam tiang gawang. Itulah momen paling berbahaya yang diciptakan Coxa sepanjang babak pertama.

Gol pembuka akhirnya datang pada menit ke-30. Berawal dari situasi kemelut usai sepak pojok, bola mengarah ke Savarino yang melepaskan tembakan keras. Bola mengenai bek Rodrigo Moledo sebelum berbelok arah dan menipu Pedro Rangel. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Savarino Tak Terbendung di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Coritiba nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-47. Pedro Rocha menerima umpan dari Josué, tetapi penyelesaiannya masih melebar dari gawang Fábio. Peluang itu ternyata menjadi titik balik yang menghukum tim tamu.

Hanya berselang satu menit, Savarino kembali mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan dari luar kotak penalti kembali mengenai Moledo dan masuk ke sudut gawang, membawa Fluminense unggul 2-0. Pada menit ke-65, pemain asal Venezuela itu menuntaskan serangan balik cepat hasil kerja sama dengan Serna. Ia menggiring bola melewati pemain bertahan Coritiba lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dijangkau kiper. Hat-trick pun tercipta.

Gol keempat lahir di masa tambahan waktu. Kombinasi apik antara Castillo, Wesley Natã, dan Lucho Acosta diakhiri dengan penyelesaian tenang pemain Argentina tersebut dari dalam kotak penalti. Skor 4-0 menutup pertandingan.

Rekor 809 Umpan dan Dominasi Statistik

Kemenangan ini tidak hanya istimewa karena jumlah gol. Fluminense tercatat menorehkan rekor baru dalam hal penguasaan bola. Sepanjang 90 menit, tim berjuluk Tricolor itu berhasil melepaskan 809 umpan sukses, menjadikannya sebagai rekor absolut jumlah umpan terbanyak dalam satu pertandingan Série A sejak Opta mulai melakukan pencatatan statistik pada 2012.

Dominasi itu tercermin dari statistik pertandingan berikut ini:

Statistik Fluminense Coritiba
Percobaan ke Gawang 22 8
Tepat Sasaran 10 0
Umpan Sukses 809 –

Circulation bola yang mengalir lancar dari lini tengah menjadi fondasi terciptanya gol-gol Fluminense. Penetrasi ke pertahanan lawan terus dilakukan hingga membuat barisan belakang Coritiba kewalahan sepanjang pertandingan.

Coritiba di Ambang Krisis Pertahanan

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Coritiba. Tim asuhan pelatih Fernando Seabra tersebut kini memiliki pertahanan terburuk di putaran kedua kompetisi. Mereka sudah kebobolan dalam sembilan pertandingan beruntun dengan total 20 gol, dan 12 di antaranya terjadi hanya dalam tiga laga terakhir.

Sebelum dihancurkan Fluminense, Coxa juga menelan kekalahan 0-5 dari Vasco di Stadion São Januário. Terakhir kali Coritiba menutup pertandingan tanpa kebobolan adalah saat bermain imbang 0-0 melawan Bragantino pada 26 Juli 2026, tepat di pembukaan putaran kedua.

Kendati demikian, Coritiba masih menyisakan peluang untuk bangkit. Mereka tetap berada di peringkat kesembilan klasemen dengan koleksi 38 poin dan masih berpeluang mengejar tiket kompetisi internasional, asalkan mampu segera memperbaiki performa.

Posisi Klasemen dan Agenda Berikutnya

Tambahan tiga poin membawa Fluminense naik ke peringkat ketiga klasemen dengan 51 poin. Posisi itu diraih setelah memanfaatkan hasil imbang Athletico Paranaense. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Tricolor yang tengah bersiap menghadapi laga besar melawan Flamengo serta semifinal Copa Libertadores.

Sementara itu, Coritiba akan kembali bertanding pada Senin (12/10/2026) pukul 16.00 waktu setempat, menjamu Botafogo di Stadion Couto Pereira pada pekan ke-30. Laga tersebut menjadi ujian berat sekaligus kesempatan bagi Coxa untuk menghentikan tren negatif yang sedang menimpa mereka.

Kemenangan besar Fluminense atas Coritiba menjadi bukti nyata kualitas permainan tim asal Rio de Janeiro tersebut. Savarino tampil sebagai pembeda lewat hat-tricknya, sementara rekor 809 umpan sukses menegaskan bahwa dominasi penguasaan bola yang dibangun pelatih menjadi kunci utama kesuksesan. Di sisi lain, Coritiba harus segera berbenah karena masalah pertahanan yang berkepanjangan berpotensi menggagalkan ambisi mereka menembus kompetisi internasional. Bagi Fluminense, momentum positif ini wajib dijaga menjelang rangkaian laga krusial di liga dan Copa Libertadores yang akan menentukan arah musim mereka.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda

Sumber Berita: Media Kampung, Piauí, Federação Paranaense de Futebol, ge, Diário do Rio