Pemerintah Dorong Modernisasi Industri Kelapa untuk Sejahterakan Petani

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Pemerintah Dorong Modernisasi Industri Kelapa untuk Sejahterakan Petani

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di tengah posisi negara sebagai produsen kelapa terbesar kedua di dunia. Upaya tersebut menjadi sorotan utama dalam pembukaan World Coconut Day (WCD) 2026 yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (8/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peremajaan tanaman, modernisasi teknologi, serta perbaikan rantai distribusi guna mendongkrak nilai ekonomi komoditas kelapa. Ia menyoroti sejumlah hambatan yang selama ini mengganjal pengembangan industri kelapa nasional, mulai dari minimnya perawatan perkebunan, keterbatasan teknologi, hingga panjangnya rantai distribusi.

“Selama ini kelapa itu seperti ‘Tuhan yang tanam, Tuhan yang petik’. Tanaman dibiarkan tumbuh sendiri, lalu saat berbuah tinggal dipetik tanpa ada perawatan, pemupukan, atau peremajaan benih yang terencana,” ujar Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut menegaskan perlunya pendekatan yang lebih sistematis dalam mengelola perkebunan kelapa. Modernisasi industri kelapa dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Beberapa langkah yang didorong pemerintah dalam modernisasi industri kelapa meliputi:

  • Peremajaan tanaman kelapa yang sudah tua dengan bibit unggul.
  • Penerapan teknologi budidaya dan pengolahan pascapanen yang lebih efisien.
  • Perbaikan rantai distribusi agar harga jual lebih menguntungkan petani.
  • Peningkatan akses modal dan fasilitas pengolahan bagi petani swadaya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan industri kelapa nasional mampu memberikan nilai tambah yang signifikan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.