Botafogo Dihajar Vasco 2-1: Ziyech Bersinar, Tapi Tite Belum Menang dan Kian Dekat Zona Degradasi

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Botafogo Dihajar Vasco 2-1: Ziyech Bersinar, Tapi Tite Belum Menang dan Kian Dekat Zona Degradasi

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Kekalahan 2-1 dari Vasco da Gama di Stadion Nilton Santos, Rabu (7/10/2026), meninggalkan luka mendalam bagi Botafogo. Bukan hanya karena hasil akhir, tetapi juga karena performa tim yang dinilai jauh dari harapan. Dalam laga pekan ke-29 Campeonato Brasileiro 2026 tersebut, Glorioso tampil tanpa daya, sementara Vasco menunjukkan efisiensi yang membuat mereka semakin menjauh dari zona degradasi.

Jalannya Pertandingan

Sejak awal, Vasco mengambil inisiatif menyerang. Meski Botafogo sempat mengancam lewat aksi individu Hakim Ziyech yang melepaskan umpan kepada Vitinho, peluang itu gagal dimaksimalkan setelah kiper Léo Jardim melakukan penyelamatan penting. Sebaliknya, Vasco justru membuka keunggulan pada menit ke-27 melalui Alan Lescano. Berawal dari penetrasi Bruno Duarte di sisi kiri, bola disodorkan kepada Lescano yang dengan tenang menaklukkan Gabriel Batista.

Tim tamu nyaris menggandakan keunggulan sebelum jeda. Facundo Colidio melepaskan tembakan terukur yang memaksa Batista bekerja keras. Botafogo mencoba merespons melalui Vitinho dan Ziyech, namun tak ada peluang benar-benar bersih yang tercipta hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Vasco kembali mengejutkan tuan rumah. Baru lima menit berjalan, David mencetak gol kedua setelah memenangkan duel fisik dengan Medina dan menuntaskan serangan balik dengan kaki kirinya. Botafogo sempat memberi harapan pada menit ke-15 lewat gol indah Alex Telles melalui tendangan bebas. Namun, upaya Tiquinho Soares untuk menyamakan kedudukan di menit-menit akhir dianulir karena offside.

Ziyech Bersinar di Tengah Kekacauan

Satu-satunya sinar dalam laga ini adalah penampilan Hakim Ziyech. Gelandang asal Maroko itu tampil sebagai starter untuk pertama kalinya dan langsung menjadi motor serangan Botafogo. Media Brasil, Globo, menilai Ziyech bermain lebih maju dan kerap berada dekat dengan striker Arthur Cabral. Terra bahkan memberinya nilai 7, memuji visinya yang membuat pertahanan Vasco kebingungan.

“Dengan satu sentuhan, ia menciptakan peluang. Jika bola jatuh ke kakinya, selalu ada sesuatu yang berbahaya,” tulis Terra. Sayangnya, kehadiran pemain sekaliber Ziyech tidak diimbangi kualitas kolektif tim. Terra juga mengkritik kebijakan transfer Botafogo, menyebut tidak ada gunanya merekrut nama besar jika tim tidak mampu mencetak gol dan menciptakan peluang.

Krisis Cedera dan Tekanan untuk Tite

Kekalahan ini juga diwarnai insiden cedera yang menimpa dua pemain Botafogo. Bek Arthur Chaves mengalami trauma pada area panggul dan perut di akhir pertandingan, sementara Vitinho menderita trauma di area leher. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun telah mendapatkan izin pulang dan akan menjalani evaluasi lebih lanjut di CT Lonier.

Arthur Chaves harus bertahan di lapangan hingga peluit akhir karena Botafogo sudah menghabiskan kuota pergantian pemain, membuat tim bermain dengan sepuluh orang. Sementara itu, Vitinho ditarik keluar pada menit ke-34 babak kedua dan digantikan Mateo Ponte. Meski tidak menunjukkan gejala gegar otak, kondisi keduanya menjadi tanda tanya besar jelang laga melawan Coritiba, Senin (12/10/2026).

Tekanan kini semakin berat bagi pelatih Tite. Sejak menangani Botafogo, ia belum meraih satu pun kemenangan. Dua laga terakhir berakhir dengan kekalahan: 0-2 dari Mirassol dan 1-2 dari Vasco. Secara keseluruhan, Botafogo telah melalui tujuh pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Di Campeonato Brasileiro, terakhir kali mereka menang pada 26 Juli 2026, saat mengalahkan Cruzeiro 1-0.

Posisi di Klasemen dan Ancaman Degradasi

Dengan 35 poin, Botafogo berada di peringkat ke-13, hanya unggul empat poin dari Internacional yang menempati zona degradasi dengan 31 poin. Sementara itu, Vasco naik ke posisi ke-14 dengan 34 poin, menggeser Corinthians dan Mirassol. Kemenangan ini menjadi langkah penting bagi Cruz-Maltino untuk menjauh dari ancaman turun kasta.

Kritik pedas datang dari pengamat sepak bola Brasil. Kolumnis Leonardo Pereira menilai penampilan Botafogo sebagai “humiliasi” dan menyoroti buruknya performa lini belakang serta ketidakmampuan lini serang menciptakan peluang. Ia bahkan menyebut keputusan menurunkan Cabral sebagai starter sebagai penghinaan terhadap inteligensi suporter.

  • Lescano (Vasco) – menit 27′ babak pertama
  • David (Vasco) – menit 5′ babak kedua
  • Alex Telles (Botafogo) – menit 15′ babak kedua
  • Kartu kuning: Ferraresi (Botafogo)
  • Gol dianulir: Tiquinho Soares (Botafogo) – offside

Dengan kondisi tim yang compang-camping, Botafogo menghadapi ujian berat melawan Coritiba. Tite dituntut segera menemukan formula untuk menghentikan laju negatif, sebelum krisis ini berubah menjadi bencana degradasi yang nyata.

Editor: Rizky Zulianda
Penulis: Muhammad Nur
Sumber Berita: Esporte News Mundo, Goal.com, Gazeta Esportiva, RTI Esporte, Coluna do Léo Pereira