Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Kabut asap tebal menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, sepanjang Kamis (8/10) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, menurunkan jarak pandang, dan memaksa penundaan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jarak pandang di Palembang pada 8 Oktober 2026 sempat turun hingga 400 meter. Penundaan penerbangan dilakukan demi keselamatan setelah tiga penerbangan sipil juga terganggu pada Rabu (7/10).
Data Titik Panas dan Luas Lahan Terbakar
BNPB melaporkan 354 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada 7 Oktober 2026. Pada periode yang sama, terdapat 92 titik api yang masih membakar lahan seluas 390,61 hektare di Sumatera Selatan.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Titik panas kepercayaan tinggi (7/10) | 354 titik |
| Titik api aktif | 92 titik |
| Luas lahan terbakar | 390,61 hektare |
| Lahan dipadamkan Satgas Darat | 298,41 hektare |
| Lahan dipadamkan Satgas Udara | 21 hektare |
| Total lahan dipadamkan | 319,41 hektare |
Upaya Penanganan Karhutla
Penanganan karhutla terus dilakukan oleh Satuan Tugas Darat dan Udara. Berdasarkan data BNPB hingga 7 Oktober, sebanyak 319,41 hektare lahan telah dipadamkan, terdiri atas 298,41 hektare oleh Satgas Darat dan 21 hektare oleh Satgas Udara.
Meski demikian, kabut asap masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Palembang. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker untuk mencegah dampak buruk bagi kesehatan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






