Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Purbaya Yudhi Sadewa dinilai masih memiliki peluang untuk kembali ke pemerintahan sebagai Gubernur Bank Indonesia setelah dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. Prediksi tersebut disampaikan oleh pengamat politik Syahganda Nainggolan dalam sebuah diskusi yang ditayangkan Forum Keadilan TV pada 18 September 2026.
“Pencopotan ini bukan soal performa, tetapi lebih kepada upaya politik untuk menenangkan situasi,” ujar Syahganda dalam diskusi tersebut, dikutip dari Suara.
Syahganda juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan penilaian negatif terhadap Purbaya. Karena itu, menurutnya, sangat mungkin bagi Presiden untuk memanggil kembali Purbaya ke dalam pemerintahan, termasuk untuk posisi strategis di Bank Indonesia.
Isu mengenai peluang Purbaya kembali menjadi Gubernur BI ini menjadi perhatian publik, terutama di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Posisi Gubernur BI memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah, sehingga siapa yang menjabat sangat memengaruhi iklim investasi dan kebijakan ekonomi nasional.
Berikut sejumlah poin penting dari diskusi tersebut:
- Pencopotan Purbaya sebagai Menteri Keuangan dinilai bukan karena kinerja buruk.
- Penyebab utamanya adalah pragmatisme politik untuk meredam instabilitas akibat konflik kepentingan.
- Presiden Prabowo tidak menilai negatif Purbaya dan masih membuka peluang untuk memanggilnya kembali.
- Purbaya berpeluang kembali ke pemerintahan, salah satunya sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Purbaya maupun pihak Istana terkait prediksi tersebut. Publik masih menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai arah kebijakan ekonomi dan moneter ke depan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






