MotoGP Ubah Format Akhir Pekan Balapan Mulai 2027, Kualifikasi Ganda hingga FP2 Tanpa Kualifikasi

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

MotoGP Ubah Format Akhir Pekan Balapan Mulai 2027, Kualifikasi Ganda hingga FP2 Tanpa Kualifikasi

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Dunia balap MotoGP akan mengalami perubahan besar pada musim 2027. Format akhir pekan balapan dirombak total, termasuk penerapan dua sesi kualifikasi yang menentukan starting grid berbeda untuk Sprint Race dan balapan utama. Perubahan ini berbarengan dengan hadirnya regulasi teknis serta mesin baru pada tahun yang sama.

Struktur baru ini bertujuan membuat persaingan berlangsung lebih kompetitif sepanjang akhir pekan. Tidak hanya kualifikasi, susunan sesi latihan juga ikut diubah agar setiap tim dan pembalap memiliki kesempatan lebih adil dalam menyiapkan motor.

Rangkaian Sesi Latihan Jumat yang Baru

Pada format sebelumnya, sesi latihan Jumat kerap menentukan siapa yang langsung lolos ke kualifikasi. Kini, perannya berubah. Rangkaian hari Jumat dimulai melalui Free Practice 1 atau FP1 dengan durasi 45 menit. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan Free Practice 2 atau FP2 selama 30 menit.

Berbeda dari Practice pada format sebelumnya, FP2 hanya menjadi sesi latihan bebas. Hasilnya tidak digunakan untuk menentukan pembalap yang lolos ke sesi kualifikasi mana pun. Artinya, tim bisa lebih leluasa menguji setelan motor tanpa tekanan langsung soal posisi di grid.

Dua Sesi Kualifikasi, Dua Grid Berbeda

Perubahan paling mencolok adalah penerapan dua sesi kualifikasi. Sesi pertama menentukan starting grid untuk Sprint Race, sementara sesi kedua menentukan posisi start pada balapan utama. Dengan demikian, pembalap yang tampil baik di kualifikasi sprint belum tentu mendapat posisi menguntungkan di balapan utama, dan sebaliknya.

Format ini memberi peluang lebih besar bagi pembalap yang kesulitan di satu sesi untuk bangkit di sesi lainnya. Persaingan pun diprediksi lebih dinamis karena setiap sesi memiliki konsekuensi tersendiri terhadap hasil balapan.

Dampak bagi Tim dan Pembalap

Perubahan ini menuntut strategi baru dari seluruh tim. Berikut beberapa hal yang perlu dicermati:

  • Tim harus menyiapkan dua pendekatan setelan berbeda untuk Sprint Race dan balapan utama.
  • Pembalap perlu menjaga konsistensi di dua sesi kualifikasi yang terpisah.
  • Sesi FP2 yang tidak menentukan kualifikasi bisa dimanfaatkan untuk pengujian komponen baru.
  • Manajemen waktu akhir pekan menjadi lebih krusial karena jadwal latihan yang dipadatkan.

Perubahan format ini hadir bersamaan dengan regulasi teknis dan mesin baru pada 2027. Kombinasi keduanya diperkirakan membuat peta kekuatan tim berubah, sehingga persaingan di lintasan berpotensi lebih terbuka dibanding musim-musim sebelumnya.

Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai upaya MotoGP menjaga daya tarik tontonan sekaligus memberi ruang lebih besar bagi tim-tim untuk berkembang. Meski demikian, adaptasi tidak hanya dibebankan kepada pembalap, tetapi juga kepada tim teknis dan penyelenggara balapan.

Dengan format baru ini, penggemar bisa menantikan akhir pekan balapan yang lebih padat dan penuh kejutan. Sesi Jumat tidak lagi sekadar pemanasan, melainkan bagian dari perjalanan panjang menuju dua balapan yang berbeda karakter.

Penulis: Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak
Sumber: Suara Landak (https://www.suaralandak.co.id/motogp-ubah-format-balapan-2027)