Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | LONDON — Harry Kane menorehkan malam bersejarah di Stadion Wembley ketika Inggris mengalahkan Czechia 3-0 dalam lanjutan UEFA Nations League A Grup 3, Selasa malam waktu setempat. Penyerang Bayern Munich itu menyamai rekor 125 caps Peter Shilton untuk tim nasional putra Inggris sekaligus mencetak dua gol yang membawanya ke total 91 gol internasional, sebuah rekor sepanjang masa bagi The Three Lions.
Di hadapan 78.864 penonton, Kane tampil sebagai kapten dan pemimpin serangan. Ia membuka keunggulan Inggris melalui gol bunuh diri bek Czechia, Vladimir Coufal, pada menit ke-27 sebelum mencetak gol pertamanya pada menit ke-40 lewat penyelesaian jarak dekat. Gol kedua lahir pada menit ke-57 melalui sundulan memanfaatkan skema sepak pojok.
Penampilan Solid Inggris di Bawah Tuchel
Kemenangan ini menjadi respons sempurna setelah kekalahan mengejutkan 3-2 dari Spanyol pada laga pembuka Grup 3. Sebelumnya, Inggris juga menaklukkan Czechia 2-0 di Praha dan menghancurkan Kroasia 7-0 di Rijeka. Pelatih Thomas Tuchel melakukan empat perubahan dari laga melawan Kroasia, dengan memasukkan Trent Alexander-Arnold, Myles Lewis-Skelly, Eberechi Eze, dan Morgan Rogers ke starting line-up.
Alexander-Arnold, yang sempat dicadangkan saat melawan Kroasia, tampil impresif di posisi bek kanan. Pada peringatan 25 tahun gol bebas legendaris David Beckham melawan Yunani di Old Trafford, bek Real Madrid itu nyaris mencetak gol dari tendangan bebas di luar kotak penalti yang berhasil ditepis kiper Newcastle, Lukas Hornicek.
Hasil ini memastikan Inggris lolos ke perempat final Nations League yang akan digelar Maret mendatang, kemungkinan menghadapi lawan kelas atas seperti Prancis, Belanda, atau Portugal. Kroasia yang kalah dari Spanyol turut memastikan langkah Inggris.
Kemarahan Tuchel dan Kritik Diri Morgan Rogers
Meski menang nyaman, bintang Chelsea Morgan Rogers mengungkapkan bahwa Tuchel tidak sepenuhnya puas dengan penampilannya. Rekrutan senilai £117 juta itu mengakui mendapat tatapan tajam dari pinggir lapangan setelah serangkaian umpan yang salah sasaran di awal pertandingan.
“Ya, saya tidak senang dengan beberapa di antaranya. Manajer melihat ke arah saya setelah salah satunya dan tampaknya tidak terlalu senang,” kata Rogers kepada ITV Sport. “Itu sesuatu yang saya banggakan jadi saya sedikit kecewa, tetapi senang satu di antaranya berbuah hasil. Saya senang bisa kembali mencatatkan assist untuk kapten.”
Peruntungan Rogers berubah sesaat sebelum jeda ketika ia melepaskan umpan first-time indah yang diselesaikan Kane dari jarak dekat. Ia nyaris mencatat assist keduanya setelah jeda, tetapi Hornicek menggagalkan upaya sontekan Jude Bellingham. Rogers juga menyinggung perubahan mentalitas taktik Inggris yang lebih positif dibandingkan saat Piala Dunia.
Kane di Ambang Rekor Baru
Kane, yang kini berusia 33 tahun, dapat memecahkan rekor caps saat Inggris menghadapi Kroasia pada 12 November mendatang, juga di Wembley. Shilton, yang membela Inggris dari 1970 hingga 1990, menyampaikan ucapan selamat melalui pesan video di media sosial sebelum pertandingan dan menyebut rekor tersebut “mungkin tidak akan pernah terpecahkan.”
“Karena kamu masih kuat, Harry. Kamu masih bermain baik dan mencetak gol. Dan saya tahu betapa besar dedikasi dan kerja keras yang kamu curahkan untuk mencapai ini,” ujar Shilton, 77 tahun.
Kane kini unggul 38 gol dari Wayne Rooney yang berada di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak Inggris. Bellingham pun memuji kaptennya: “Dia hanya semakin baik.” Kane juga masuk dalam daftar favorit peraih Ballon d’Or yang akan diumumkan 26 Oktober di London.
Debut Penuh Perjuangan Ryan Naderi
Di kubu Czechia, penyerang Rangers Ryan Naderi menjalani debut penuh di bawah pelatih Santi Denia. Pemain kelahiran Jerman berusia 23 tahun itu tampil bekerja keras di luar penguasaan bola, dengan heat map menunjukkan pergerakannya yang luas hingga ke lini tengah dan sayap kiri untuk merebut bola dan memulai serangan balik.
Namun, Naderi kesulitan dalam duel udara, hanya memenangi satu dari tujuh duel udara dan tiga dari sembilan duel darat. Akurasi umpannya mencapai 79 persen dan ia mencatatkan satu umpan kunci. Ia membawa bola sejauh 61,1 meter dan memenangkan dua pelanggaran. Kekurangan kualitas pendamping di lini depan membuat Czechia kesulitan mengkonversi kerja kerasnya menjadi gol.
Tekanan terhadap Tuchel memang sedikit mereda setelah implosi di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Namun, sindiran pascapertandingan Tuchel menunjukkan pertanyaan masih membayangi. “Saya pikir perlu untuk melangkah maju. Saya hanya bisa mengulangi bahwa kami tidak tersingkir di fase grup. Kadang-kadang terasa seperti itu. Tapi kami tidak,” ujarnya ketus.
Kemenangan ini menegaskan Inggris sebagai kekuatan yang tengah membangun momentum menjelang perempat final Maret mendatang. Dengan Kane di ambang rekor caps baru dan generasi muda seperti Rogers serta Bellingham yang terus berkembang, Tuchel memiliki alasan untuk optimistis, meski tuntutan untuk meraih trofi besar tetap membayangi perjalanan The Three Lions.
Sumber Berita: Goal.com, The Free Press Journal, Sports Illustrated, The Football Faithful, I News (Football), dan Rangers News.
Penulis: Muhammad Zaki
Editor: Tim Editorial Goal Indonesia
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






