Karpin Bantah Taktik Chelle, Drama Comeback Nigeria vs Rusia 3-3 Jadi Sorotan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Karpin Bantah Taktik Chelle, Drama Comeback Nigeria vs Rusia 3-3 Jadi Sorotan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | NIZHNY NOVGOROD — Laga uji coba internasional antara Rusia dan Nigeria di Stadion Nizhny Novgorod, Selasa malam waktu setempat, berakhir dengan skor dramatis 3-3. Namun, sorotan utama bukan hanya soal comeback Super Eagles dari ketertinggalan dua gol, melainkan perang pernyataan antara kedua pelatih seusai pertandingan.

Pelatih kepala Rusia, Valery Karpin, secara tegas menolak penjelasan pelatih Nigeria, Eric Chelle, yang menyebut perubahan taktik menjadi kunci kebangkitan timnya. Chelle sebelumnya mengklaim bahwa perubahan pendekatan menyerang setelah jeda turun minum membuat tuan rumah kesulitan dan membantu Nigeria bangkit dari posisi 3-1.

“Perubahan taktik apa? Dia memasukkan pemain yang berbeda, itu saja. Perubahan taktik apa lagi yang ada?” ujar Karpin, seperti dilaporkan Punch Sports Extra.

Karpin bahkan menepis anggapan bahwa masalah pertahanan timnya bersifat taktis. Ia menilai tiga gol Nigeria lahir dari kesalahan individu, bukan keunggulan strategi lawan.

“Itu kecelakaan. Benar-benar kecelakaan. Gol pertama, sudah jelas apa yang terjadi. Insiden pada gol ketiga cukup aneh,” tambahnya.

Jalannya Pertandingan

Nigeria memulai laga dengan sempurna. Kelechi Iheanacho membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat sepakan kaki kiri memanfaatkan assist Abdullahi Bewene, menaklukkan kiper Aleksandr Maksimenko.

Namun, Rusia perlahan mengambil kendali. Lechi Sadulaev menyamakan kedudukan pada menit ke-30, sebelum Matvey Kislyak membalikkan keadaan pada menit tambahan babak pertama. Aleksey Miranchuk kemudian memperlebar keunggulan tuan rumah pada menit ke-54, membuat Nigeria berada di ambang kekalahan memalukan setelah sebelumnya kalah 0-3 dari Guinea-Bissau di kualifikasi Piala Afrika 2027.

Perubahan besar terjadi di akhir laga. Peter Edokpolor, yang menjalani debut internasional seniornya, memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78. Akor Adams kemudian menyelesaikan comeback dramatis pada menit keempat injury time, memanfaatkan serangan balik yang diinisiasi Abdullahi Umar. Skor akhir 3-3 memicu selebrasi sekaligus kelegaan di kubu Nigeria.

Peluang bagi Pemain Muda

Hasil imbang ini menjadi ajang evaluasi penting bagi Eric Chelle. Nigeria datang ke Rusia tanpa sejumlah pemain inti, sehingga sang pelatih memberi kesempatan kepada banyak talenta muda. Sebanyak sembilan pemain menjalani debut bersama Super Eagles, sementara hanya enam pemain yang sebelumnya pernah membela tim nasional Nigeria.

Meski demikian, Chelle menyoroti masalah yang berulang. Ia mengaku tidak menyukai reaksi timnya setelah mencetak gol pembuka. “Saya tidak suka reaksi tim setelah gol: alih-alih terus bermain ke depan, kami mulai melakukan lebih banyak umpan menyamping dan ke belakang,” ujarnya, dalam kutipan yang dirilis Federasi Sepak Bola Rusia.

Kritik serupa muncul dari pengamat. Nigeria kembali menunjukkan kerapuhan di lini pertahanan dengan kebobolan tiga gol, memperpanjang catatan buruk pertahanan mereka dalam beberapa laga terakhir.

Konteks Lebih Luas Hubungan Rusia-Nigeria

Pertandingan sepak bola ini berlangsung di tengah dinamika hubungan bilateral yang lebih luas. Rusia tengah berupaya memperluas pengaruh ekonominya di Afrika Barat, termasuk menawarkan pembangkit listrik turbin gas kepada Togo dan Niger dengan kapasitas 6 MW hingga 32 MW. Tawaran itu muncul dalam komisi antarpemerintah Rusia-Togo pertama, dengan tujuan mengurangi defisit listrik dan mendukung infrastruktur pelabuhan.

Langkah tersebut berpotensi mengikis posisi Nigeria yang selama ini menjadi pemasok listrik utama bagi negara-negara tetangga melalui pengaturan daya regional. Togo, misalnya, sebelumnya meminta Nigeria menambah pasokan listrik setelah menerima sekitar 75 MW dari Niger Delta Power Holding Company.

Selain itu, dunia internasional juga menyoroti kasus kesehatan di Rusia. Seorang pekerja laboratorium di Institut Riset Anti-Plague Irkutsk dikabarkan meninggal setelah diduga terpapar wabah pes, meski otoritas setempat menyatakan penyebab kematiannya adalah pneumonia dengan etiologi tidak diketahui. Sekitar 200 kontak dikarantina sebagai tindakan pencegahan, namun tidak ada kasus tambahan yang dilaporkan.

Kesimpulan

Laga Rusia vs Nigeria menyajikan drama di lapangan sekaligus ketegangan di ruang konferensi pers. Karpin bersikeras bahwa kebangkitan Nigeria bukan buah taktik, melainkan kesalahan timnya sendiri. Sebaliknya, Chelle mendapat pelajaran berharga tentang kedalaman skuad dan konsistensi permainan. Bagi Nigeria, hasil imbang ini tidak menghapus kekurangan, tetapi setidaknya menjadi modal berharga sebelum tugas kompetitif berikutnya. Sementara bagi Rusia, pertanyaan tentang soliditas lini belakang masih menunggu jawaban.