Summer Course 2026 TUM Dorong Pengembangan Rempang

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Summer Course 2026 TUM Dorong Pengembangan Rempang

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Program Summer Course 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi bersama Universitas Diponegoro dan Technical University of Munich (TUM) menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan kawasan transmigrasi Rempang Eco City, Batam. Kegiatan ini melibatkan 20 akademisi TUM yang menjalani rangkaian kajian selama sepuluh hari untuk menelaah pengembangan kawasan berbasis pertumbuhan hijau.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti pada diskusi akademik semata. Para delegasi melanjutkan agenda dengan aksi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Tanjung Banon, Kecamatan Galang. Mereka turun langsung ke lapangan untuk mempelajari kondisi sosial dan ekologis kawasan sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah pembelajaran berbasis pengalaman. Para akademisi dan mahasiswa TUM menguji penerapan teori perencanaan tata ruang global dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Metode ini dinilai mampu menjembatani konsep pembangunan modern dengan realitas kehidupan warga di kawasan transmigrasi.

Program Summer Course 2026 TUM mencakup empat fokus utama yang menjadi kerangka kajian, yaitu:

  • Ekonomi, mencakup pengembangan potensi usaha dan mata pencaharian warga.
  • Pertanahan dan lanskap, termasuk penataan ruang dan pemanfaatan lahan.
  • Lingkungan ekologi, yang menekankan keberlanjutan dan pertumbuhan hijau.
  • Pengembangan masyarakat dan sosial, guna memperkuat partisipasi serta kesejahteraan komunitas.

Kehadiran akademisi internasional di Rempang Eco City diharapkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas negara ini juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan masyarakat lokal.

Dengan demikian, Summer Course 2026 TUM tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wahana aksi nyata dalam mendorong pengembangan Rempang yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.

Penulis: Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak