Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.200 Triliun per Agustus 2026

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.200 Triliun per Agustus 2026

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi nasional mencapai Rp1.200,55 triliun hingga Agustus 2026. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan 2,56 persen secara tahunan di tengah meningkatnya tekanan perekonomian global yang memengaruhi pasar keuangan domestik.

Meski demikian, OJK memproyeksikan kinerja sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun tetap tumbuh positif hingga akhir tahun 2026, kendati laju ekspansinya cenderung moderat.

Asuransi Komersial Jadi Penopang Utama

Pertumbuhan aset industri asuransi terutama didorong oleh sektor asuransi komersial yang membukukan total aset sebesar Rp982,18 triliun, atau naik 3,59 persen. Kontribusi sektor ini menjadi motor utama penguatan aset industri secara keseluruhan.

Indikator Nilai Pertumbuhan (YoY)
Total aset industri asuransi Rp1.200,55 triliun 2,56 persen
Aset asuransi komersial Rp982,18 triliun 3,59 persen
Pendapatan premi asuransi komersial Rp255,40 triliun 2,66 persen
Premi asuransi jiwa Rp125,75 triliun 7,01 persen
Premi asuransi umum dan reasuransi Rp99,61 triliun -2,35 persen

Premi Asuransi Jiwa Tumbuh, Asuransi Umum Terkontraksi

Dari sisi penghimpunan dana, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp255,40 triliun atau tumbuh 2,66 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut ditopang oleh kinerja premi asuransi jiwa yang tumbuh 7,01 persen dengan nilai Rp125,75 triliun.

Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi 2,35 persen menjadi Rp99,61 triliun. Divergensi kinerja kedua lini usaha ini menunjukkan pola permintaan yang berbeda di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

OJK menilai prospek sektor keuangan nonbank, khususnya perasuransian, masih akan terjaga hingga akhir tahun meskipun tantangan global diperkirakan tetap membayangi. Pelaku industri diharapkan terus memperkuat fundamental dan tata kelola agar pertumbuhan tetap berkelanjutan.