Rupiah Menguat Terbatas ke Rp17.908 di Tengah Tekanan Valuta Asia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Rupiah Menguat Terbatas ke Rp17.908 di Tengah Tekanan Valuta Asia

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat tipis pada perdagangan Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Mata uang Garuda bergerak di rentang Rp17.908 hingga Rp17.911 per dolar AS, naik sekitar 6 hingga 9 poin atau setara 0,05 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.917 per dolar AS.

Penguatan terbatas ini terjadi di tengah kondisi mayoritas valuta kawasan Asia yang justru tertekan terhadap greenback. Berdasarkan data Bloomberg dan catatan pembukaan perdagangan, koreksi indeks dolar AS menjadi salah satu pemicu utama pergerakan rupiah pagi ini.

Pendorong Utama: Pelemahan Data Sektor Jasa AS

Penyebab utama koreksi indeks dolar AS adalah melemahnya data sektor jasa di Amerika Serikat. Data tersebut menimbulkan ekspektasi bahwa bank sentral AS dapat melunak dalam mengambil kebijakan suku bunga, sehingga permintaan terhadap dolar AS berkurang sementara.

Kondisi ini memberi ruang bagi sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat meskipun dengan besaran yang terbatas. Penguatan rupiah tidak berlangsung besar karena sentimen pasar global masih dibayangi ketidakpastian.

Valuta Asia Tertekan Serentak

Data Refinitiv mencatat pasar mata uang Asia bergerak melemah secara bersamaan terhadap dolar AS. Berikut rincian pelemahan sejumlah mata uang kawasan:

  • Peso Filipina memimpin pelemahan dengan koreksi 0,30 persen.
  • Won Korea Selatan turun 0,16 persen.
  • Dolar Singapura terdepresiasi tipis.
  • Dong Vietnam juga melemah tipis terhadap greenback.

Di tengah tekanan regional tersebut, rupiah justru mencatatkan penguatan tipis. Hal ini menunjukkan bahwa faktor domestik dan koreksi dolar AS masih mampu menopang posisi mata uang Indonesia pada pembukaan perdagangan.

Rincian Pergerakan Rupiah

Indikator Nilai
Rentang pembukaan Rp17.908 – Rp17.911 per dolar AS
Penutupan sebelumnya Rp17.917 per dolar AS
Penguatan 6 – 9 poin (0,05 persen)
Pendorong Koreksi indeks dolar AS

Prospek Jangka Pendek

Meski menguat, pergerakan rupiah masih dibayangi sejumlah risiko eksternal. Pelemahan serentak valuta Asia menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang kawasan belum sepenuhnya mereda. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan data ekonomi AS berikutnya serta arus modal asing ke pasar domestik.

Penguatan rupiah yang terbatas ini mencerminkan bahwa sentimen positif dari koreksi dolar AS belum cukup kuat untuk mendorong apresiasi yang lebih besar. Investor diperkirakan tetap berhati-hati menunggu kejelasan arah kebijakan moneter global dalam beberapa pekan ke depan.