Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Seorang siswa kelas dua SDN 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, berinisial M atau akrab disapa Aqib (7), meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) sore. Kepergian bocah malang tersebut diduga kuat berkaitan dengan aksi perundungan dan penganiayaan yang dilakukan oleh tiga kakak kelasnya di lingkungan sekolah.
Insiden dugaan kekerasan itu terjadi di depan aula sekolah saat jam istirahat berlangsung. Menurut keterangan yang dihimpun, korban sempat ditarik dan diadang oleh para pelaku di area kantin sebelum akhirnya dianiaya hingga mengalami luka memar di bagian perut dan kaki.
Kronologi Terungkapnya Kasus
Ibu korban, Diah Indrianti, menceritakan bahwa awal mula fakta penganiayaan tersebut terungkap setelah keluarganya membawa M ke dokter pada Kamis (17/9/2026). Saat itu, korban mengeluhkan sakit perut parah dan kesulitan untuk berjalan.
“Dokter lalu bilang ini bukan riwayat penyakit, bukan pula dari pola makanan. Ini semacam ada pukulan di perut,” kata Diah Indrianti.
Setelah mendapat dorongan dari keluarga dan dokter, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan peristiwa pemukulan yang dialaminya secara langsung. “M bercerita dia dipukul sama kakak kelas tiga anak,” ujar Diah.
Dampak dan Respons Pihak Terkait
Kematian Aqib meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Kasus ini pun menjadi sorotan publik, terutama terkait maraknya perundungan di lingkungan sekolah dasar yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.
Pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, keluarga korban berharap agar kasus ini diproses secara hukum dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.
Perundungan atau bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat berdampak fatal bagi korban. Para orang tua dan guru diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak serta menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.
Penulis: Redaksi Suara Landak. Editor: Redaksi Suara Landak.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






