Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi menerima pengunduran diri Menteri Perminyakan Mohsen Paknejad. Persetujuan tersebut disampaikan pada Minggu, 4 Oktober 2026, bersamaan dengan penunjukan Hamid Bovard, yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Eksekutif Perusahaan Minyak Nasional Iran, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perminyakan.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kantor Kepresidenan Iran melalui siaran televisi pemerintah IRIB. Wakil Kepala Bidang Komunikasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabaei, mengonfirmasi bahwa pengunduran diri Paknejad telah disetujui oleh kepala negara.
“Dengan diterimanya pengunduran diri Mohsen Paknejad oleh Dr Pezeshkian, maka Hamid Bovard telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perminyakan,” ujar Tabatabaei dalam pernyataan resminya.
Alasan Pengunduran Diri dan Dinamika Internal
Meski demikian, langkah pengunduran diri ini tidak dapat dilepaskan dari situasi tekanan ekonomi yang tengah melanda Iran. Selama tujuh bulan terakhir, Iran menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat yang berdampak signifikan terhadap stabilitas sektor energi dan perekonomian nasional.
Jejak Kepemimpinan di Sektor Energi
Mohsen Paknejad mulai menjabat sebagai Menteri Perminyakan sejak Agustus 2024. Sebelum pengunduran dirinya resmi diumumkan, ia sempat memberikan pernyataan optimistis kepada media pemerintah terkait penerimaan negara dari sektor energi. Pernyataan tersebut kini menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinannya di kementerian strategis tersebut.
Penunjukan Hamid Bovard sebagai Plt Menteri Perminyakan diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kebijakan sektor energi di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung. Bovard sebelumnya dikenal sebagai tokoh kunci di Perusahaan Minyak Nasional Iran, sehingga dianggap memiliki kapasitas untuk mengelola sektor hulu migas dalam situasi krisis.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






