De Bruyne Gemilang Bawa Belgia Libas Turki 3-0, Cetak Gol ke-200 Sepanjang Karier

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

De Bruyne Gemilang Bawa Belgia Libas Turki 3-0, Cetak Gol ke-200 Sepanjang Karier

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Belgia sukses meraih kemenangan meyakinkan atas Turki dengan skor 3-0 dalam lanjutan UEFA Nations League di Stadion Liege. Pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi ini menjadi panggung bagi kebangkitan Kevin De Bruyne, yang tampil luar biasa dengan menyumbang dua gol kemenangan bagi De Rode Duivels.

De Bruyne Cetak Dua Gol dan Torehkan Rekor Pribadi

Gelandang veteran berusia 35 tahun tersebut membuka keunggulan Belgia melalui penyelesaian dari tepi kotak penalti. Gol kedua lahir lewat tendangan melengkung jarak jauh yang tidak mampu dihentikan kiper Turki. Dua gol ke gawang Turki itu sekaligus menggenapkan 200 gol yang telah diciptakan De Bruyne di level klub dan internasional. Rinciannya, 108 gol selama sepuluh tahun berseragam Manchester City, 20 gol untuk Wolfsburg, 17 gol untuk Genk, serta masing-masing 10 dan enam gol untuk Werder Bremen dan Napoli. Bersama Timnas Belgia, De Bruyne kini telah menyumbang 39 gol dalam 127 caps sejak debutnya pada 2010.

“Kurasa gaya sepakbola seperti ini lebih cocok untukku. Aku juga selalu ingin menekan dengan agresif saat maju ke depan, dan juga agresif dalam penyerangan,” ujar De Bruyne. Ia tampil selama 82 menit sebelum digantikan Lois Openda, meninggalkan lapangan dengan statistik impresif: empat percobaan dengan tiga mengarah ke gawang, menciptakan tiga peluang, dan sembilan kali melakukan ball recovery.

Lukaku Lengkapi Kemenangan, Lukebakio Hampir Ikut Mencetak Gol

Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti melengkapi kemenangan Belgia menjadi 3-0 melalui penyelesaian dari jarak dekat. Gol tersebut menjadi gol ke-94 Lukaku untuk tim nasional Belgia. Sebelumnya, Dodi Lukebakio juga dua kali membentur tiang gawang, menandakan dominasi serangan tuan rumah sepanjang pertandingan.

Pelatih Belgia, Mark van Bommel, mengakui bahwa kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. “Kami sangat ceroboh dalam penguasaan bola. Akibatnya, kami memberi lawan perasaan bahwa mereka bisa menciptakan peluang. Sebelum gol kedua kami, kami bahkan tidak mampu melakukan 20 operan secara beruntun,” ungkap Van Bommel. Ia menggambarkan pertandingan tersebut seperti permainan pingpong karena kedua tim terus saling menyerang. “Pertandingan berlangsung bolak-balik untuk waktu yang lama. Namun, saya tidak pernah merasa kami akan kalah,” tambahnya.

Turki Merana Meski Bermain Menyerang

Di kubu Turki, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Tim asuhan Vincenzo Montella tersebut menelan tiga kekalahan beruntun di fase grup UEFA Nations League Grup A. Sebelumnya, Turki kalah 0-1 dari Prancis, kemudian dibantai Italia 1-4, dan kini takluk 0-3 dari Belgia. Ironisnya, Turki tidak bermain buruk. Arda Guler dan rekan-rekan tercatat melepaskan 12 tembakan saat melawan Prancis, 15 tembakan kontra Italia, dan 20 tembakan saat menghadapi Belgia. Rata-rata 50 persen dari tembakan tersebut mengarah ke gawang, namun mereka tidak klinis.

“Kami tidak boleh bikin kesalahan, karena sekecil apapun itu bisa menghukum kami,” cetus pelatih Vincenzo Montella. Arda Guler sempat beberapa kali membuka pertahanan Belgia lewat pergerakan cepatnya, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat Turki pulang tanpa poin. Sisa satu laga lagi bagi Turki di ujung jeda internasional kali ini adalah kontra Italia.

Dampak pada Persaingan Grup A1

Kemenangan Belgia atas Turki memperbesar peluang mereka untuk bersaing di Grup A1. Pada pertandingan lain di grup yang sama, Prancis harus puas bermain imbang 1-1 saat menjamu Italia di Paris. Prancis sempat unggul melalui Michael Olise pada menit ke-55, namun Italia mampu menyamakan kedudukan melalui Alessandro Bastoni. Prancis bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah Dayot Upamecano mendapat kartu merah pada penghujung pertandingan. Hasil imbang tersebut membuat persaingan di papan atas grup tetap terbuka.

Namun, kemenangan Belgia atas Turki turut diwarnai kabar kurang menyenangkan. De Bruyne dan kapten Youri Tielemans dipastikan absen saat Belgia menghadapi Prancis dalam lanjutan UEFA Nations League. Keduanya menjalani hukuman skorsing satu pertandingan setelah mendapatkan kartu kuning secara beruntun. De Bruyne menerima kartu kuning pada penghujung laga melawan Turki setelah meluapkan emosinya usai dilanggar pemain lawan. “Kevin hanya frustrasi. Menurut saya, dia bahkan tidak menyadari konsekuensi dari kartu kuning tersebut,” kata Van Bommel.

Kemenangan atas Turki menjadi kemenangan kedua Van Bommel dalam tiga pertandingan pertamanya sejak ditunjuk sebagai pelatih Belgia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesalahan dalam penguasaan bola harus segera dihilangkan. “Jika kami bisa memperbaikinya, level permainan kami akan meningkat dan lawan akan memiliki lebih sedikit peluang untuk tetap berada dalam pertandingan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, laga Belgia kontra Turki menyajikan pertunjukan sepak bola menyerang yang menghibur. De Bruyne membuktikan kelasnya sebagai pemain veteran dengan torehan 200 gol sepanjang karier, sementara Turki harus menerima kenyataan pahit tiga kekalahan beruntun meski tampil agresif. Belgia selanjutnya akan menghadapi ujian berat melawan Prancis tanpa dua pemain kuncinya, sementara Turki berusaha bangkit saat bertandang ke Italia.