Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan akan mempertimbangkan usulan penempatan tenaga psikolog profesional di setiap sekolah. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas dua kasus kematian pelajar yang diduga kuat akibat bunuh diri, sebagaimana dilaporkan oleh Indoposco.
Desakan tersebut menguat setelah Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai ruang aman bagi peserta didik untuk berkonsultasi mengenai permasalahan pribadi di lingkungan sekolah masih sangat terbatas.
Pentingnya Kehadiran Tenaga Ahli di Sekolah
Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, menegaskan bahwa kehadiran tenaga ahli di sekolah sangat krusial untuk memfasilitasi kebutuhan siswa yang membutuhkan pendengar. Menurutnya, banyak pelajar yang menyimpan beban psikologis tanpa saluran yang tepat.
“Kami berharap ke depannya sekolah-sekolah itu khususnya di DKI Jakarta ya, itu bisa menghadirkan ya, psikolog gitu,” kata Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G.
Layanan konsultasi psikologi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan siswa untuk menyelesaikan berbagai kendala pribadi. Beberapa persoalan yang kerap muncul antara lain:
- Konflik kelompok sebaya
- Dinamika pertemanan
- Persoalan internal keluarga yang berdampak pada kegiatan belajar
Respons Pemerintah Daerah
Pihak pemerintah daerah merespons masukan tersebut dengan berencana meneruskan usulan penempatan tenaga ahli kepada jajaran pimpinan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pendukung kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai tenggat waktu maupun mekanisme teknis penempatan psikolog di setiap sekolah. Namun, wacana ini dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan layanan bimbingan konseling yang lebih profesional di Jakarta.
Sumber Berita: Suara Landak (https://www.suaralandak.co.id/disdik-dki-pertimbangkan-psikolog-sekolah)
Penulis: Tim Redaksi Suara Landak
Editor: Redaktur Suara Landak
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






