Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Para Menteri Perdagangan negara-negara anggota G20 menyepakati sikap bersama untuk menolak segala bentuk upaya yang menjadikan komoditas pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik dalam perdagangan internasional. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen bersama negara-negara ekonomi utama dunia untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan global.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menilai langkah penekanan melalui komoditas pangan tidak dapat dibenarkan karena sektor ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat luas. Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak seharusnya dipolitisasi untuk kepentingan tertentu.
“Para Menteri Perdagangan G20 menolak upaya menjadikan pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik. Pangan berhubungan dengan kelangsungan hidup dan upaya penekanan melalui pangan tidak dapat dibenarkan,” ujar Mendag Budi Santoso.
Sikap tegas ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan global hanya dapat tercapai apabila seluruh negara bekerja sama tanpa memanfaatkan komoditas pangan sebagai alat menekan pihak lain. Negara-negara G20 menyadari bahwa gangguan pada rantai pasok pangan dapat memicu lonjakan harga dan memperburuk kondisi ekonomi, terutama di negara berkembang.
Dampak Bagi Perdagangan Internasional
Kesepakatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya perdagangan pangan yang lebih adil, transparan, dan bebas dari intervensi politik. Beberapa dampak positif yang diharapkan muncul antara lain:
- Stabilitas harga pangan di pasar global tetap terjaga.
- Kelancaran arus distribusi pangan antarnegara tanpa hambatan politis.
- Perlindungan bagi negara-negara pengimpor pangan yang rentan terhadap tekanan eksternal.
- Penguatan kerja sama multilateral dalam menghadapi krisis pangan.
Indonesia sebagai bagian dari G20 berperan aktif mendorong kesepakatan tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa diplomasi perdagangan harus mengedepankan prinsip saling menguntungkan dan menghormati kedaulatan setiap negara, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan rakyat.
Komitmen Bersama Negara G20
Dengan kesepakatan ini, para Menteri Perdagangan G20 berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan menghindari kebijakan yang dapat mengganggu pasokan pangan global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan pangan tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai belahan dunia.
Penolakan terhadap politisasi pangan menjadi pesan kuat bahwa isu pangan adalah persoalan kemanusiaan yang harus dikelola secara bijak, bukan dijadikan alat untuk mencapai tujuan geopolitik tertentu.
Sumber Berita: Suara Landak mengutip laporan Indoposco, Sabtu (3/10/2026).
Penulis: Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






