Warga Veteran Khawatir Potensi Banjir dan Keselamatan Lalu Lintas, Ombudsman dan YLKI Intan Kalsel Tinjau Proyek Jembatan Simpang Ulin

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 03 Oktober 2026 | Banjarmasin – Kekhawatiran warga di kawasan Jalan Veteran terhadap potensi banjir saat musim hujan serta keselamatan lalu lintas di sekitar Jembatan Simpang Ulin yang telah rampung dan dapat dilalui mendapat perhatian serius. Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan bersama YLKI Intan Kalsel melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 10.00 Wita.

Peninjauan tersebut dihadiri Kepala Ombudsman Kalsel Hadi Rahman, S.I.P., MPA, Ketua YLKI Intan Kalsel DR H Fauzan Ramon, SH., MH, perwakilan Satlantas Polresta Banjarmasin, Dishub Kalsel, Balai Jalan PUPR Kalsel, lurah, aktivis, serta warga setempat. Jembatan Simpang Ulin diketahui telah selesai dibangun dan kini bisa dilewati kendaraan.

Meski demikian, posisi badan jembatan jauh lebih tinggi dibandingkan rumah-rumah warga Veteran yang berada tepat di bawah turunan jembatan. Saat ini masih musim kemarau, namun warga khawatir ketika musim penghujan tiba, air akan mengalir ke permukiman mereka yang lebih rendah karena gorong-gorong dan drainase dinilai belum maksimal.

“Potensi banjirnya karena kami rendah. Mohon gorong-gorong dimaksimalkan supaya mengantisipasi banjir,” ujar Ida Yati, warga Veteran.

Kekhawatiran kedua menyangkut keselamatan lalu lintas. Dengan kontur jembatan yang tinggi dan menurun tajam, kendaraan yang turun dari jembatan langsung berhadapan dengan permukiman warga.

“Untuk keamanan juga, untuk keamanan orang rumah, warga sekitar dan pengguna jalan secara umum,” ungkapnya. “Kami mendukung semua proyek pemerintah. Tapi tolong dua hal tadi diperhatikan, yaitu potensi banjir dan keamanan,” tegas Ida Yati.

Kepala Ombudsman Kalsel Hadi Rahman menyebut fokus tinjauan kali ini adalah antisipasi banjir dan pengamanan arus lalu lintas. Dalam peninjauan tersebut bahkan dilakukan simulasi dengan dua unit mobil damkar untuk menguji kondisi lapangan.

Ketua YLKI Intan Kalsel DR H Fauzan Ramon, SH., MH menegaskan pihaknya mendukung pembangunan untuk Kalsel, terutama di Banjarmasin, dalam rangka penanganan banjir. Namun ia mengingatkan agar pelaksana proyek tidak merugikan masyarakat, termasuk konsumen.

“Pembangunan untuk Kalsel, terutama di Banjarmasin untuk penanganan banjir, kita dukung. Tapi jangan sampai perusahaan merugikan masyarakat, termasuk konsumen. Boleh mencari untung, tapi jangan merugikan masyarakat atau rakyat,” tegas advokat legendaris Banua yang juga aktif di Partai Golkar dan berbagai organisasi tersebut.

Fauzan Ramon juga menyampaikan harapan warga Veteran agar ada solusi nyata di lapangan sebelum musim hujan tiba. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian dalam peninjauan ini antara lain:

  • Potensi banjir akibat posisi permukiman warga yang lebih rendah dari badan jembatan.
  • Kebutuhan optimalisasi gorong-gorong dan drainase di sekitar Jembatan Simpang Ulin.
  • Keselamatan lalu lintas bagi warga sekitar dan pengguna jalan, terutama pada turunan jembatan yang tajam.
  • Simulasi lapangan menggunakan dua unit mobil damkar.
  • Harapan adanya solusi nyata sebelum musim penghujan datang.

Peninjauan ini melibatkan sejumlah pihak terkait, sebagaimana terlihat dalam daftar kehadiran berikut:

Pihak Keterangan
Ombudsman RI Perwakilan Kalsel Hadi Rahman, S.I.P., MPA (Kepala)
YLKI Intan Kalsel DR H Fauzan Ramon, SH., MH (Ketua)
Satlantas Polresta Banjarmasin Perwakilan
Dishub Kalsel Perwakilan
Balai Jalan PUPR Kalsel Perwakilan
Lurah, aktivis, dan warga Hadir dalam peninjauan

Dengan adanya peninjauan ini, warga berharap pemerintah dan pihak pelaksana proyek dapat segera menindaklanjuti dua persoalan utama, yakni potensi banjir dan keselamatan lalu lintas, demi kenyamanan dan keamanan bersama.