Warga Desa Kawasi Ikuti Sekolah Ladang Pertanian Organik Mandiri

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Warga Desa Kawasi Ikuti Sekolah Ladang Pertanian Organik Mandiri

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Sebanyak 16 perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani, majelis ta’lim, dan majelis gereja di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengikuti pelatihan Sekolah Ladang pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa melalui pendekatan pertanian organik.

Pelatihan tersebut menyasar kaum perempuan karena peran strategis mereka dalam mengelola kebutuhan pangan rumah tangga. Peserta dibekali keterampilan bercocok tanam hortikultura serta pemanfaatan pekarangan rumah dan ruang hijau di sekitar tempat tinggal. Selain itu, mereka juga dilatih mengolah limbah rumah tangga menjadi bahan penyubur tanaman.

Mengubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan memanfaatkan limbah sehari-hari seperti batang pisang, sisa makanan, dan air cucian beras. Bahan-bahan tersebut diolah menjadi pupuk organik cair dan kompos yang bisa langsung digunakan pada lahan tanam. Pendekatan ini dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus mengurangi timbunan sampah rumah tangga.

Beberapa jenis komoditas pangan harian yang diperkenalkan dalam pelatihan meliputi:

  • Kangkung
  • Terong
  • Cabai
  • Tomat
  • Labu siam

Komoditas tersebut dipilih karena relatif mudah dibudidayakan, cepat panen, dan memiliki permintaan tinggi di pasar lokal. Dengan demikian, hasil kebun dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk menambah penghasilan keluarga.

Ruang Hijau Tempat Ibadah Jadi Lahan Tanam Bersama

Selain memanfaatkan pekarangan rumah, peserta juga didorong memfungsikan ruang hijau di sekitar tempat ibadah, seperti masjid dan gereja, sebagai lahan tanam bersama. Lahan tersebut dikelola secara kolektif sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh warga sekitar. Langkah ini sekaligus mempererat kerja sama antarwarga lintas kelompok keagamaan di Desa Kawasi.

Pendekatan Sekolah Ladang menekankan pembelajaran langsung di lapangan. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan setiap tahapan, mulai dari penyiapan media tanam, pembuatan pupuk organik, penanaman, hingga perawatan tanaman. Pola ini diharapkan membuat ilmu yang diperoleh lebih mudah diterapkan di rumah masing-masing.

Mendorong Kemandirian Pangan Desa

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh bagaimana pertanian organik skala rumah tangga dapat menjadi solusi atas keterbatasan lahan dan mahalnya harga pupuk kimia. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, warga dapat memproduksi pangan sendiri secara berkelanjutan.

Ke depan, para peserta diharapkan menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing, menularkan keterampilan yang diperoleh kepada tetangga dan anggota keluarga. Kolaborasi antara kelompok tani, majelis ta’lim, dan majelis gereja menunjukkan bahwa isu pangan dapat menjadi perekat sosial yang melampaui perbedaan latar belakang.

Pelatihan Sekolah Ladang di Desa Kawasi menegaskan bahwa kemandirian pangan tidak selalu memerlukan lahan luas atau peralatan modern. Dengan pengetahuan yang tepat, pekarangan rumah dan ruang hijau sederhana pun dapat berubah menjadi sumber pangan yang produktif dan bernilai ekonomi.

Sumber Berita: Suara Landak (https://www.suaralandak.co.id/warga-desa-kawasi-sekolah-ladang)

Penulis: Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak