Swiss Sempurna di UEFA Nations League: Slovenia Ditekuk 2-1, Kobel Akhirnya Kebobolan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Swiss Sempurna di UEFA Nations League: Slovenia Ditekuk 2-1, Kobel Akhirnya Kebobolan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | Timnas Swiss melanjutkan performa impresif mereka di UEFA Nations League dengan mengalahkan Slovenia 2-1 di Thermoplan Arena, Lucerne. Kemenangan ini membuat La Nati memuncaki Grup B1 dengan catatan sempurna, sembilan poin dari tiga pertandingan, sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling menakutkan di League B.

Laga yang digelar Minggu dini hari WIB tersebut menjadi momen penting bagi kiper Gregor Kobel. Setelah tampil heroik di Piala Dunia dan mencatatkan clean sheet dalam dua laga awal, Kobel akhirnya kebobolan untuk pertama kalinya bersama Swiss. Meski demikian, gol Dan Ndoye sebelum turun minum memastikan Swiss tetap pulang dengan kemenangan.

Dominasi Swiss Sejak Awal

Sejak menit awal, Swiss yang diasuh Murat Yakin tampil mendominasi. Mereka menguasai bola dan menciptakan peluang demi peluang. Kepercayaan diri tinggi terlihat jelas setelah dua kemenangan beruntun sebelumnya, termasuk kemenangan 3-0 atas Skotlandia di Hampden Park.

Gelandang Michel Aebischer kembali dipercaya mengisi lini tengah. Pemain yang baru bergabung dengan Union Berlin itu mempertahankan tempatnya di starting XI setelah sebelumnya tampil penuh dalam kemenangan atas Skotlandia. Kombinasi Aebischer dan Ndoye menjadi motor serangan Swiss sepanjang pertandingan.

Slovenia, yang dilatih Bostjan Cesar, bukan tanpa perlawanan. Mereka beberapa kali melancarkan serangan balik cepat. Namun, pertahanan Swiss yang dikomandoi Nico Elvedi dan Ricardo Rodriguez mampu meredam ancaman tersebut. Kobel sempat melakukan penyelamatan penting sebelum akhirnya gawangnya bobol.

Jalannya Pertandingan

Swiss membuka keunggulan lebih dulu melalui serangan terorganisir. Zeki Amdouni, yang telah mengoleksi tiga gol dalam dua laga sebelumnya, kembali menjadi ancaman utama. Meski tidak mencetak gol di laga ini, pergerakannya membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Slovenia menyamakan kedudukan melalui serangan balik yang cepat. Gol tersebut menjadi satu-satunya noda dalam catatan pertahanan Swiss sejauh ini. Namun, Swiss tidak butuh waktu lama untuk kembali unggul. Dan Ndoye mencetak gol kemenangan sebelum turun minum, memanfaatkan umpan matang dari lini tengah.

Di menit-menit akhir, Yakin melakukan pergantian pemain. Fabian Rieder masuk menggantikan Ndoye, pencetak gol kemenangan. Pergantian ini bertujuan memperkuat lini tengah dan mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.

Statistik dan Catatan Penting

  • Swiss: 3 pertandingan, 3 kemenangan, 9 poin, 8 gol, 1 kebobolan
  • Slovenia: 3 pertandingan, 1 kemenangan, 1 imbang, 1 kalah, 4 poin
  • Zeki Amdouni: 3 gol dalam 2 pertandingan Nations League
  • Gregor Kobel: kebobolan pertama bersama Swiss sejak Piala Dunia
  • Pertemuan terakhir: Swiss menang 3-0 atas Slovenia tahun lalu

Dengan hasil ini, Swiss semakin kokoh di puncak Grup B1. Mereka hanya membutuhkan kemenangan atas Makedonia Utara pada pertandingan berikutnya untuk memastikan posisi teratas. Sementara itu, Slovenia harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang promosi ke League A.

Pendapat Pelatih

Murat Yakin mengaku puas dengan performa timnya. “Kami bermain disiplin dan efisien. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan adalah awal yang sempurna. Namun, kami belum puas dan akan terus bekerja keras,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

Di sisi lain, Bostjan Cesar menilai timnya kurang beruntung. “Kami menciptakan peluang, tetapi Swiss lebih klinis. Kami harus belajar dari kekalahan ini,” kata Cesar.

Dampak bagi Kedua Tim

Kemenangan ini mempertegas status Swiss sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan di Eropa. Peringkat FIFA mereka di posisi 14 semakin terbukti dengan performa konsisten di Nations League. Sementara Slovenia, yang berada di peringkat bawah, masih memiliki peluang untuk bersaing asalkan mampu memenangkan sisa pertandingan.

Dengan dua pertandingan tersisa, Swiss akan menghadapi Makedonia Utara di kandang. Slovenia masih akan bertemu Skotlandia dan Makedonia Utara. Persaingan di Grup B1 dipastikan berjalan ketat hingga matchday terakhir.

Kemenangan Swiss atas Slovenia menjadi bukti bahwa La Nati tidak hanya mengandalkan satu pemain. Meski kehilangan kapten Granit Xhaka dan penyerang Breel Embolo, tim ini tetap solid. Kombinasi pemain muda dan senior berjalan seimbang, menjadikan Swiss sebagai kandidat kuat promosi ke League A.

Sementara itu, Slovenia harus berbenah. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka. Namun, dengan sisa pertandingan yang masih ada, bukan tidak mungkin Slovenia bangkit dan memberikan kejutan.

Sumber Berita: JawaPos.com, Bisnisia.id, Progres Kepahiang, ANTARA

Penulis: M Shofyan Dwi Kurniawan, Kausar, Moch. Rizky Pratama Putra

Editor: I Komang Suparta