Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Kepastian kebijakan pemerintah pusat menjadi faktor utama yang diharapkan pelaku usaha untuk menopang perbaikan kondisi bisnis pada 2026. Hal ini terungkap dari hasil survei yang dirilis Kadin Indonesia pada Selasa (6/10/2026), seperti dilansir dari Suara.
Direktur Insight Kadin Indonesia Institute, Fakhrul Fulvian, menyampaikan temuan tersebut dalam sebuah webinar bersama APF Kanada di Jakarta. Menurutnya, kebijakan pemerintah memiliki dampak penting bagi seluruh skala usaha, mulai dari usaha mikro hingga korporasi besar.
“Kami bertanya, apa yang membuat Anda percaya bahwa kondisi bisnis akan berkembang di bulan berikutnya, di kuartal ketiga tahun 2026, jawabannya kebanyakan dari mereka percaya bahwa kebijakan pemerintah sentral menjadi hal yang paling penting,” kata Fakhrul Fulvian.
Survei ini menunjukkan bahwa pelaku usaha menempatkan stabilitas dan kejelasan regulasi sebagai prasyarat utama sebelum mengambil keputusan investasi atau ekspansi usaha. Ketidakpastian kebijakan dinilai dapat menahan laju pertumbuhan sektor riil.
Beberapa faktor yang dianggap krusial oleh responden antara lain:
- Konsistensi kebijakan fiskal dan moneter
- Kepastian regulasi di tingkat pusat dan daerah
- Iklim investasi yang kondusif
- Dukungan terhadap usaha kecil dan menengah
Dalam webinar tersebut, Kadin Indonesia Institute juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan yang diterapkan tidak saling bertentangan. Hal ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek bisnis ke depan.
Meski demikian, survei ini tidak merinci besaran persentase responden yang menjawab demikian. Namun, Fakhrul menegaskan bahwa sinyal dari dunia usaha sudah jelas: kebijakan pemerintah menjadi penentu utama arah bisnis pada 2026.
Kadin Indonesia berharap pemerintah dapat terus menjaga stabilitas kebijakan dan mempercepat realisasi program yang mendukung dunia usaha. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai dan iklim bisnis semakin sehat.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






