Subuh Hari Ini: Upah Rp75 Ribu Penyapu Jalan Banjarmasin hingga Patroli Kamtibmas Polres Rohil

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Subuh Hari Ini: Upah Rp75 Ribu Penyapu Jalan Banjarmasin hingga Patroli Kamtibmas Polres Rohil

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Subuh hari ini, Kamis (8/10/2026), menyimpan dua wajah yang saling bertolak belakang. Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagian warga masih terlelap ketika para penyapu jalan sudah mengayun sapu di sisi jalan dan median. Di Rokan Hilir, Riau, jajaran kepolisian justru turun ke masjid dan permukiman usai salat Subuh untuk menemui warga. Dua peristiwa itu sama-sama terjadi pada waktu yang tenang, namun menyisakan cerita berbeda tentang kerja, upah, dan keamanan.

Kerja Sebelum Subuh, Upah Cuma Rp75 Ribu

Fakta menyesakkan terungkap di ruang sidang Pengadilan Negeri Banjarmasin, Rabu (7/10/2026). Persidangan perkara kecelakaan yang menewaskan seorang petugas penyapu jalan tidak hanya membahas kronologi tabrakan. Kondisi kerja para petugas kebersihan yang bertugas sejak dini hari turut tersingkap. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Indra Meinantha Vidi SH, dengan Jaksa Penuntut Umum Syamsul Arifin SH menghadirkan sejumlah saksi, termasuk petugas Dinas Perhubungan dan rekan korban, Khairil Adnan.

Di hadapan majelis hakim, Khairil membeberkan pola kerja yang dimulai ketika sebagian besar warga masih terlelap. Petugas mulai membersihkan sisi jalan dan median sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 WITA. Namun, jerih payah selama dua jam itu hanya dihargai Rp75 ribu per hari. “Per hari kami menerima upah Rp75 ribu,” ungkap Khairil.

Persidangan juga menyinggung perlindungan terhadap pekerja yang beraktivitas di tengah lalu lintas. Ketika ditanya penasihat hukum terdakwa soal jaminan sosial ketenagakerjaan, Khairil mengungkapkan adanya perubahan dalam pembayaran iuran. “Dulu memang dibayarkan, tapi sekarang kami bayar sendiri,” katanya. Keterangan itu menjadi sorotan karena pekerjaan berisiko tinggi seharusnya diikuti jaminan yang memadai.

Kasus ini mencuat setelah Naufal Azmi Fawwaz, terdakwa, mengikuti sidang didampingi penasihat hukum dari Kantor Andik Lao Firm. Kematian penyapu jalan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja jalan bukan perkara kecil. Upah Rp75 ribu per hari dan iuran jaminan sosial yang kini ditanggung sendiri menggambarkan kerentanan ekonomi para petugas kebersihan yang bekerja di jam paling rawan kecelakaan.

Subuh Keliling Polres Rohil, Dekat dengan Warga

Di Rokan Hilir, subuh hari ini dimanfaatkan jajaran Polres bersama seluruh Polsek untuk melaksanakan Subuh Keliling serentak, mulai pukul 05.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Patroli dan silaturahmi dilakukan di masjid-masjid utama serta lingkungan permukiman di Batu Hampar, Tanah Putih Tanjung Melawan, Rimba Melintang, hingga Rantau Kopar.

Personel berbaur langsung dengan warga usai salat Subuh, mendengar aspirasi, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan. Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, didampingi Kasi Humas IPDA Anton, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di waktu yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. “Kami tidak hanya berpatroli, tetapi hadir duduk bersama, mendengar langsung apa yang dirasakan warga. Keamanan dan ketenangan pagi hari adalah cerminan kedamaian sepanjang hari,” ujarnya.

Kapolres menegaskan kegiatan ini juga ditujukan untuk mengantisipasi tindak pidana C3 Curas, Curat, dan Curanmor serta gangguan kamtibmas lainnya. “Kami ingin warga merasa aman sejak bangun tidur, beraktivitas, hingga kembali beristirahat. Kerja sama antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga adalah kunci utama menjaga Rokan Hilir tetap aman dan damai,” tambahnya.

  • Polsek Batu Hampar di Masjid Raya Jannatul Firdaus
  • Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan di Masjid Syekh Zainudin Kualo
  • Wilayah Rimba Melintang
  • Wilayah Rantau Kopar

Subuh sebagai Waktu Mustajab

Waktu subuh juga menjadi momen spiritual bagi umat Islam. Memanjatkan doa memohon akhir kehidupan yang husnul khatimah dianjurkan, terutama setelah salat fardhu dan pada waktu-waktu mustajab. Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa di antara sebab mendapatkan husnul khatimah adalah membiasakan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya menegaskan doa tersebut sebaiknya dibaca rutin.

Salah satu doa yang umum diamalkan berbunyi: Allahumma inni as’aluka husnal khatimah, wa a’udzu bika min suu’il khatimah. Artinya, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu akhir hidup yang baik, dan aku berlindung kepada-Mu dari akhir hidup yang buruk.” Doa ini relevan bagi siapa pun, termasuk mereka yang bekerja di jalanan sebelum subuh.

Refleksi Subuh Hari Ini

Subuh hari ini memperlihatkan potret Indonesia dari dua sudut. Di Banjarmasin, para penyapu jalan menanggung risiko besar dengan upah Rp75 ribu dan jaminan sosial yang harus dibayar sendiri. Di Rokan Hilir, polisi memilih hadir lebih dekat agar warga merasa aman sejak pagi. Keduanya sama-sama berbicara tentang perlindungan: bagi pekerja jalan yang rentan dan bagi warga yang mendambakan ketenangan.

Persidangan di PN Banjarmasin masih bergulir, sementara Subuh Keliling di Rokan Hilir akan terus digelar. Apa yang terjadi sebelum matahari terbit seharusnya menjadi perhatian bersama, bukan hanya bagi aparat dan pengadilan, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat luas. Sebab, keamanan dan kesejahteraan di waktu subuh adalah cerminan bagaimana sebuah daerah memperlakukan warganya.

Sumber Berita: Megapolis.id, Wawasan Riau, Liputan6.com
Penulis: Redaksi Subuh Hari Ini
Editor: Redaksi Subuh Hari Ini