Senne Lammens Tanggapi Kritik Legenda Manchester United Paul Scholes

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Senne Lammens Tanggapi Kritik Legenda Manchester United Paul Scholes

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Penjaga gawang Manchester United, Senne Lammens, memberikan tanggapan santai terhadap kritik yang dilontarkan oleh legenda Setan Merah, Paul Scholes. Kritik tersebut muncul setelah kekalahan Manchester United dari Manchester City pada September 2026, sebuah hasil yang memicu berbagai reaksi dari kalangan pengamat dan mantan pemain.

Scholes, yang dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Manchester United, sebelumnya mempertanyakan kapasitas Lammens untuk membawa klub meraih prestasi tertinggi di Liga Inggris. Dalam komentarnya, Scholes menyatakan keraguan apakah kiper asal Belgia itu memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari tim juara.

“Tim mana yang pernah menjuarai Premier League tanpa kiper kelas dunia? Lammens mungkin bisa menjadi kiper seperti itu, saya tidak tahu. Menurut saya, masih harus dilihat,” ujar Scholes dalam pernyataannya.

Kritik tersebut tentu menjadi sorotan, mengingat posisi kiper sering dianggap sebagai salah satu faktor penentu dalam perjalanan sebuah tim menuju gelar juara. Namun, alih-alih membalas dengan emosional, Lammens memilih untuk menanggapi kritik itu dengan sikap tenang dan profesional.

Lammens menegaskan bahwa ia menghormati pendapat para legenda klub, tetapi tetap fokus pada tugasnya untuk terus berkembang dan membantu tim meraih hasil terbaik. Ia menyadari bahwa tekanan di Manchester United sangat besar, terutama bagi seorang kiper yang dituntut tampil konsisten di setiap pertandingan.

Tanggapan santai dari Lammens ini menunjukkan kedewasaan seorang pemain muda yang tengah berjuang mengukuhkan posisinya di salah satu klub terbesar dunia. Ia tidak membiarkan kritik eksternal mengganggu mentalitasnya, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras.

Sejumlah pengamat menilai bahwa kritik dari Scholes merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Manchester United. Sebagai mantan pemain yang pernah meraih banyak gelar, Scholes memiliki standar tinggi terhadap kualitas pemain yang mengenakan seragam Setan Merah, termasuk di posisi penjaga gawang.

Di sisi lain, Lammens juga mendapat dukungan dari sebagian kalangan yang menilai bahwa penilaian terhadap seorang kiper tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan beberapa pertandingan. Proses adaptasi di Premier League, terutama bagi pemain asing, sering kali membutuhkan waktu dan kesabaran.

Manchester United sendiri terus berupaya membangun kembali performa terbaiknya di bawah arahan tim pelatih. Posisi kiper menjadi salah satu area yang mendapat perhatian, seiring dengan target klub untuk kembali bersaing di papan atas klasemen dan meraih trofi bergengsi.

Ke depan, Lammens diharapkan dapat menjawab keraguan dengan penampilan impresif di lapangan. Konsistensi, mentalitas kuat, dan kemampuan mengambil keputusan cepat menjadi kunci bagi seorang kiper untuk bertahan di level tertinggi, terutama di klub sebesar Manchester United.

Penulis: Redaksi Suara Landak. Editor: Redaksi Suara Landak.