Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Kekalahan São Paulo dari Santos pada laga tunda pekan ke-21 Campeonato Brasileiro 2026 meninggalkan luka mendalam bagi tim tuan rumah. Bukan hanya karena Tricolor harus menelan pil pahit kalah di kandang sendiri, tetapi juga karena empat pemain sekaligus dinyatakan mengalami cedera setelah pertandingan yang berlangsung di Morumbis tersebut.
Empat Pemain Masuk Ruang Perawatan
Sehari setelah kekalahan dari Santos, São Paulo kembali menggelar sesi latihan di CT da Barra Funda pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Namun, sesi tersebut tidak diikuti oleh seluruh pemain karena Luciano, Danielzinho, Iago, dan Rafael harus menjalani perawatan intensif akibat cedera yang mereka alami.
Luciano, yang tampil penuh perjuangan dalam laga San-São meski menahan nyeri, dan Iago sama-sama menjalani pemeriksaan pencitraan. Hasilnya, keduanya didiagnosis mengalami cedera pada otot adduktor kanan. Mereka kini memulai program fisioterapi di Reffis Plus untuk mempercepat pemulihan.
Kondisi berbeda dialami Danielzinho. Gelandang tersebut mengalami cedera sindesmosis, yakni cedera pada kumpulan ligamen yang menghubungkan tulang tibia dan fibula tepat di atas pergelangan kaki. Cedera ini muncul setelah ia mengalami terkilir pada pergelangan kaki kiri dalam laga melawan Santos. Ia pun langsung menjalani fisioterapi sebagai langkah awal pemulihan.
Sementara itu, Rafael melengkapi daftar pemain yang harus menepi. Kiper tersebut merasakan nyeri pada area punggung bawah saat melakukan pemanasan menjelang laga dan terpaksa dicoret dari daftar pemain pada menit-menit terakhir.
Kekalahan yang Sulit Dijelaskan
Dalam pertandingan yang digelar Jumat malam, 2 Oktober 2026, São Paulo sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Luciano membuka keunggulan lewat titik putih pada menit ke-33 setelah Ryan Francisco dilanggar oleh Lucas Veríssimo di dalam kotak penalti. Keputusan penalti baru diberikan setelah wasit Matheus Delgado Candançan meninjau tayangan VAR.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya berselang satu menit, Gabriel Barbosa atau yang akrab disapa Gabigol menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Escobar dari sisi kiri. Pada babak kedua, Santos kembali menambah gol melalui aksi Gabigol yang memaksimalkan serangan balik cepat hasil kerja sama Coutinho dan Cebolinha.
Pelatih São Paulo, Dorival Júnior, mengaku kesulitan menemukan penjelasan atas hasil buruk tersebut. Ia menilai timnya sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.
“Apa yang terjadi dengan São Paulo di banyak momen sungguh tidak bisa dijelaskan, dan itu menutupi semua yang sudah dikerjakan di lapangan. Saya akan senang jika produksi serangan ini berbuah gol karena kami pantas mendapatkannya. Kami di sini mencoba menjelaskan hal yang tidak bisa dijelaskan,” ujar Dorival dalam konferensi pers usai laga.
Ryan Francisco dan Keputusan Tak Terduga
Salah satu sorotan dalam laga tersebut adalah keputusan Dorival menurunkan Ryan Francisco sebagai starter. Ini merupakan penampilan pertama pemain muda jebolan Cotia itu sebagai tituler di tim senior sepanjang 2026. Ia dipilih mengalahkan Gustavo Santana, pemain muda lain yang sebelumnya menjadi pengganti langsung Calleri.
Keputusan itu terbilang mengejutkan karena Ryan sebelumnya jarang mendapatkan menit bermain. Namun, Dorival mengungkapkan bahwa perubahan tersebut lahir dari sebuah percakapan serius dengan sang pemain mengenai perilaku dan sikapnya di lapangan.
“Ryan dipilih karena dia sedang dalam proses perkembangan. Saya memiliki percakapan yang sangat serius dengannya, dan dia menunjukkan perilaku yang baik dalam pertandingan. Dia pemain yang tahu cara mencetak gol, dan saya yakin dia masih bisa menempuh jalan penting di São Paulo,” jelas Dorival.
Meski tidak mencetak gol, Ryan berkontribusi langsung pada gol São Paulo. Ia memenangkan penalti setelah dilanggar Lucas Veríssimo, yang kemudian dieksekusi dengan baik oleh Luciano.
Santos Naik, São Paulo Terpuruk
Kemenangan ini membawa Santos mengoleksi 41 poin dan naik ke peringkat ketujuh klasemen Brasileirão. Ini menjadi kemenangan kelima beruntun Peixe setelah sebelumnya mengalahkan Remo, Cruzeiro, Internacional, dan Corinthians. Pelatih Cuca memuji perubahan taktik yang ia lakukan selama pertandingan berlangsung.
Di sisi lain, São Paulo tertahan di posisi ke-11 dengan 36 poin. Tim asuhan Dorival Júnior dijadwalkan kembali berlaga pada Rabu, 7 Oktober 2026, melawan Cruzeiro di Mineirão. Dengan empat pemain yang masih menjalani perawatan, tantangan yang dihadapi Tricolor dipastikan semakin berat.
Situasi ini menempatkan São Paulo pada titik kritis. Kekalahan dari rival sekaligus kehilangan sejumlah pemain kunci menjadi pukulan ganda yang mengancam konsistensi tim di sisa musim. Manajemen dan tim pelatih dituntut segera mencari solusi agar performa tim tidak semakin terpuruk, terutama menjelang pertandingan penting melawan Cruzeiro yang akan menjadi ujian berikutnya bagi mentalitas skuad Tricolor.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






