Rupiah Menguat ke Rp17.880 per Dolar AS di Tengah Penurunan Minyak

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Rupiah Menguat ke Rp17.880 per Dolar AS di Tengah Penurunan Minyak

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pada Senin, 12 Oktober 2026, dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat di pasar valuta asing. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan ini didukung oleh penurunan harga minyak dunia, pelemahan indeks dolar AS, dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Rupiah dibuka pada level Rp17.880 per dolar AS, menguat 19 poin atau 0,11% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp17.899 per dolar AS. Meski bergerak positif, penguatan mata uang Indonesia diperkirakan menghadapi hambatan akibat perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Faktor Pendorong Penguatan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah pada awal pekan. Pelemahan indeks dolar AS juga mendukung pergerakan mata uang tersebut.

Berikut sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan kali ini:

  • Penurunan harga minyak dunia yang mengurangi tekanan terhadap mata uang negara importir minyak.
  • Pelemahan indeks dolar AS yang membuat aset negara berkembang lebih menarik.
  • Turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Sentimen geopolitik di Timur Tengah yang masih membayangi.

Rincian Pergerakan Nilai Tukar

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut rincian pergerakan rupiah pada pembukaan perdagangan:

Keterangan Nilai
Level pembukaan Rp17.880 per dolar AS
Penutupan sebelumnya Rp17.899 per dolar AS
Penguatan 19 poin atau 0,11%

Meski mencatat penguatan, pelaku pasar tetap mencermati risiko yang berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Perkembangan situasi tersebut berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah.