Ramon Vega Tantang Infantino di Pemilihan Presiden FIFA 2027

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Ramon Vega Tantang Infantino di Pemilihan Presiden FIFA 2027

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Mantan pemain Cagliari dan Tottenham Hotspur, Ramon Vega, secara resmi menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA dalam pemilihan yang dijadwalkan pada 2027. Langkah ini menjadikannya sebagai sosok pertama yang secara terbuka menantang petahana Gianni Infantino dalam bursa kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut.

Pemilihan Presiden FIFA 2027 akan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko, bersamaan dengan penyelenggaraan Kongres FIFA ke-77. Vega, yang kini berusia 55 tahun, mengusung agenda reformasi yang berfokus pada transparansi dan pembatasan konsentrasi kekuasaan di tubuh FIFA.

Dalam manifesto kampanyenya, Vega menegaskan bahwa pencalonannya bertujuan untuk melakukan perubahan tata kelola FIFA serta membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi tersebut. Ia menilai bahwa organisasi sepak bola dunia memerlukan pembaruan sistem agar lebih akuntabel dan terbuka.

Berikut poin-poin utama dari agenda kampanye Ramon Vega:

  • Reformasi tata kelola FIFA secara menyeluruh
  • Peningkatan transparansi dalam pengambilan keputusan
  • Pembatasan konsentrasi kekuasaan di internal organisasi
  • Membangun kembali kepercayaan terhadap institusi FIFA

Pencalonan Vega menambah dinamika menjelang Kongres FIFA ke-77. Hingga saat ini, Gianni Infantino belum memberikan tanggapan resmi terkait tantangan tersebut. Namun, langkah Vega diprediksi akan membuka diskusi lebih luas mengenai arah kepemimpinan FIFA ke depan.

Sebagai mantan pemain profesional yang berkarier di klub-klub Eropa, Vega membawa latar belakang sepak bola yang kuat ke dalam arena politik olahraga. Pengalamannya sebagai atlet diharapkan mampu memberikan perspektif berbeda dalam mengelola organisasi sepak bola dunia.

Pemilihan Presiden FIFA 2027 akan menjadi momen penting bagi masa depan sepak bola global. Dengan adanya penantang seperti Vega, proses demokrasi di FIFA diharapkan semakin terbuka dan akuntabel.