Pramono Buka Beasiswa LPDP Jakarta untuk Anak Disabilitas

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Pramono Buka Beasiswa LPDP Jakarta untuk Anak Disabilitas

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang beasiswa LPDP Jakarta bagi anak penyandang disabilitas. Kebijakan ini diumumkan saat pembukaan Special Kids Expo 2026 di Jakarta International Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). Langkah tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus hingga jenjang luar negeri.

Perluasan Akses Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas

Program beasiswa ini menjadi perhatian khusus karena menyasar anak penyandang disabilitas yang selama ini menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan tinggi. Dengan adanya LPDP Jakarta, diharapkan kesenjangan partisipasi pendidikan bagi kelompok tersebut dapat dipersempit.

Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI berkomitmen memastikan program ini berjalan tepat sasaran. Penerima beasiswa nantinya dapat menggunakan dana tersebut untuk menempuh studi di dalam maupun luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku.

Rincian Awal Program Beasiswa

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam acara tersebut, beberapa poin utama program LPDP Jakarta adalah sebagai berikut:

  • Kuota penerima beasiswa berkisar 50 hingga 75 orang.
  • Sasaran utama mencakup anak penyandang disabilitas di Jakarta.
  • Beasiswa dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
  • Peluang studi hingga ke luar negeri turut dibuka.
  • Program mulai disiapkan untuk pelaksanaan pada tahun berikutnya.

Pembukaan Special Kids Expo 2026 menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa inklusi pendidikan bukan sekadar wacana. Kehadiran program beasiswa ini diharapkan memberi dampak nyata bagi keluarga yang memiliki anak disabilitas, terutama dalam hal pembiayaan pendidikan yang selama ini menjadi kendala utama.

Harapan dan Tindak Lanjut

Pemprov DKI akan menyusun mekanisme pendaftaran, seleksi, serta pendampingan bagi calon penerima beasiswa. Masyarakat diimbau menantikan informasi resmi terkait jadwal dan persyaratan yang akan diumumkan kemudian.

Dengan kebijakan ini, Jakarta menunjukkan arah pembangunan sumber daya manusia yang lebih inklusif. Anak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Penulis: Muhammad Nur

Editor: Rizky Zulianda