Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) membuka peluang usaha bagi para pengusaha daerah untuk mengelola rantai pasok biomassa yang dibutuhkan dalam program co-firing atau pencampuran bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Sosialisasi peluang tersebut berlangsung di Kota Bekasi, Selasa (7/10/2026), dengan tujuan memperluas pemanfaatan limbah lokal sebagai sumber energi terbarukan.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa kebutuhan biomassa perusahaan mencakup 52 lokasi PLTU dengan total kapasitas terpasang mencapai 18.154 megawatt (MW). Adapun kebutuhan biomassa diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton per tahun untuk memenuhi seluruh operasional pembangkit tersebut.
PLN EPI mencatat realisasi penyediaan biomassa pada periode 2023 hingga 2026 telah mencapai 4,77 juta ton. Namun demikian, berdasarkan data perusahaan, lebih dari 77 persen pasokan biomassa masih berasal dari biomassa berbasis kayu. Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya ruang besar bagi pengusaha daerah untuk menyediakan jenis biomassa lain, seperti limbah pertanian, perkebunan, atau sampah organik, yang dapat diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
Peluang bisnis biomassa ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Para pengusaha lokal diharapkan mampu membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan, mulai dari pengumpulan limbah, pengolahan, hingga distribusi ke PLTU terdekat. Dengan demikian, ketergantungan pada biomassa berbasis kayu dapat dikurangi secara bertahap.
Berikut ringkasan data kebutuhan dan realisasi biomassa PLN EPI:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah lokasi PLTU | 52 lokasi |
| Total kapasitas terpasang | 18.154 MW |
| Kebutuhan biomassa per tahun | Sekitar 9 juta ton |
| Realisasi penyediaan 2023-2026 | 4,77 juta ton |
| Pasokan berbasis kayu | Lebih dari 77 persen |
Langkah PLN EPI membuka peluang bisnis biomassa bagi pengusaha daerah menjadi sinyal positif bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Selain membantu memenuhi target bauran energi nasional, inisiatif ini juga berpotensi mengangkat potensi limbah lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






