Piala Asia 2027 di Ujung Tanduk: Singapura Dibantai Malaysia 6-0, Suporter Murka

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Piala Asia 2027 di Ujung Tanduk: Singapura Dibantai Malaysia 6-0, Suporter Murka

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 03 Oktober 2026 | JAKARTA — Dunia sepak bola Asia Tenggara diguncang hasil mengejutkan pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Singapura, yang telah mengantongi tiket ke Piala Asia 2027, harus menelan kekalahan memalukan 0-6 dari Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026). Kekalahan tersebut menjadi yang terbesar bagi The Lions sepanjang tahun 2026 dan memicu kemarahan luar biasa dari kelompok suporter mereka sendiri, Singa Brigade.

Rekor Terburuk dan Kemarahan Suporter

Sepanjang 2026, Singapura sebelumnya hanya kalah tiga kali dengan skor tipis: 1-2 dari China, 1-2 dari Thailand, dan 0-2 dari Indonesia. Namun, kekalahan 0-6 dari rival tetangga Malaysia menjadi pukulan telak yang tidak dapat diterima. Singa Brigade menyebut laga di Bandung sebagai “pertunjukan horor” dan menilai tim kehilangan semangat setelah kebobolan gol ketiga.

  • Kekalahan 0-6 dari Malaysia adalah yang terburuk pada 2026.
  • Singapura finis ketiga Grup A di bawah Indonesia dan Malaysia.
  • Suporter menuntut pembenahan menyeluruh sebelum Piala Asia 2027.

“Kami bisa terima kekalahan, tapi tidak dengan cara seperti ini. Kebobolan enam gol terkesan seperti tim amatir,” tegas pernyataan resmi Singa Brigade. Mereka juga memberikan peringatan keras karena Piala Asia 2027 tinggal sekitar 100 hari lagi. “Jika terus tampil seperti ini, kami serasa seperti domba yang siap dicabik, bukan seperti singa,” tulis mereka.

Herdman Heran dengan Skor 6-0

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku sangat terkejut dengan hasil tersebut. Ia terus memantau jalannya laga di Bandung saat anak asuhnya berjuang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Menurutnya, rekor pertemuan Malaysia vs Singapura secara historis selalu sengit dengan selisih gol tipis.

“Kami hanya tidak tahu bagaimana mungkin Malaysia bisa mengalahkan Singapura 6-0. Kalau melihat sejarah, itu belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya skornya 1-1, 2-1, atau 2-0. Skor terbesar sebelumnya adalah 4-1,” ujar Herdman dalam konferensi pers.

Dinamika skor di Bandung sempat memanaskan situasi di bench Indonesia. Herdman sampai meminta para pemainnya menambah gol demi mengamankan keunggulan produktivitas atas Malaysia. Indonesia akhirnya menutup laga dengan kemenangan 9-2 atas Bangladesh, memastikan tiket final berkat unggul jumlah gol (11 berbanding 9).

Dampak ke Piala Asia 2027 dan Agenda Lain

Kekalahan telak ini memastikan Singapura tersingkir dari turnamen, meski mereka sudah memegang tiket Piala Asia 2027 sejak November 2025. Sementara itu, Malaysia juga gagal melaju ke final meski menang 6-0. Indonesia akan menghadapi Thailand di partai puncak di SUGBK, Jakarta, pada Senin (5/10/2026).

Di tengah hiruk-pikuk Piala Asia, kabar lain datang dari pemain muda Noha Pohan Simangunsong. Mantan gelandang Timnas Indonesia U-17 itu resmi berpindah federasi ke Finlandia (Suomen Palloliitto) pada Rabu (30/9/2026). Pemain berusia 16 tahun yang pernah tampil di Piala Asia U-17 2026 itu kini berhak memperkuat Finlandia di semua kelompok usia. Berdasarkan regulasi FIFA, perpindahan federasi hanya diizinkan satu kali seumur hidup, sehingga ia tidak dapat kembali ke Indonesia di masa mendatang.

Persiapan Klub Jelang Kompetisi

Sementara itu, di level domestik, Persis Solo harus kehilangan Theo Leeming yang bergabung dengan Timnas. Pelatih Ricky Nelson menyatakan timnya tetap fokus menghadapi Kendal Tornado FC pada pekan keempat Championship 2026/2027 di Stadion Manahan, Sabtu (3/10/2026). Nelson menekankan pentingnya konsentrasi hingga menit akhir, belajar dari Timnas yang mencetak gol di injury time.

Bek Kadek Raditya menambahkan bahwa timnya telah melakukan evaluasi dan siap membongkar pertahanan Kendal yang dinilai cukup terorganisir. Laga ini menjadi krusial bagi Persis yang belum konsisten di awal musim.

Pelajaran Berharga Menuju Piala Asia

Kekalahan 0-6 Singapura dari Malaysia menjadi pengingat keras bahwa status tim peserta Piala Asia 2027 tidak menjamin performa di lapangan. Dengan waktu kurang dari 100 hari menuju turnamen, Singapura wajib berbenah total jika tidak ingin menjadi bulan-bulanan di panggung Asia. Sementara itu, Indonesia menunjukkan mentalitas juara dengan produktivitas gol yang tinggi, dan layak dinantikan kiprahnya di final melawan Thailand. Bagi para penggemar, dinamika ini membuktikan bahwa sepak bola Asia Tenggara semakin kompetitif dan penuh kejutan.

Sumber Berita: VIVA Bola, Goal Indonesia, dan laporan langsung dari Stadion Si Jalak Harupat serta SUGBK.

Penulis: Surya Aditiya
Editor: Redaksi Olahraga