Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Wales harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Bermain di Cardiff City Stadium, pasukan Craig Bellamy tumbang 0-1 dari Denmark pada lanjutan UEFA Nations League Grup A4, dengan penalti Rasmus Hojlund di babak kedua menjadi penentu nasib pertandingan.
Kesalahan Fatal Danny Ward
Momen krusial terjadi ketika kiper Wales, Danny Ward, melakukan kesalahan yang berujung bencana. Umpan cerobohnya di dalam kotak penalti sendiri disambar Gustav Isaksen, sebelum Ward menjatuhkan gelandang Denmark tersebut dalam upaya panik menebus kesalahannya. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, dan Hojlund dengan tenang mengeksekusi penalti dari jarak 12 yard, mengecoh Ward yang bergerak ke arah yang salah.
Ironisnya, Ward sebenarnya tampil gemilang di laga ini dengan dua penyelamatan berkualitas yang mencegah Denmark mencetak gol lebih banyak. Namun satu momen kelalaiannya terbukti menjadi pembeda antara kedua tim.
Denmark Lebih Mengancam Sepanjang Laga
Denmark tampil jauh lebih superior dan konsisten menekan pertahanan Wales. Tim asuhan Brian Riemer bahkan harus kehilangan kapten Pierre-Emile Hojbjerg karena cedera dini, setelah sebelumnya Mikkel Damsgaard juga absen sebelum pertandingan. Meski demikian, tempo permainan Denmark tidak menurun.
Setelah jeda, Andreas Skov Olsen nyaris memberi umpan kepada Hojlund, tetapi sang striker menembak tepat ke arah Ward saat ia sudah dalam posisi ideal untuk mencetak gol. Wales nyaris tidak memberikan respons berarti, dengan satu-satunya peluang berarti datang sesaat sebelum gol ketika Brennan Johnson melepaskan half-volley dari sudut sempit yang melambung di atas mistar gawang.
Krisis Kebugaran Melanda Skuad Wales
Bellamy menghadapi tantangan berat dengan absennya sejumlah pemain kunci. Kiper utama Karl Darlow, duet bek tengah Joe Rodon dan Dylan Lawlor, serta pemain andalan Harry Wilson sama sekali tidak ikut dalam pemusatan latihan. Situasi makin memburuk ketika David Brooks harus menepi setelah hanya tampil dalam kekalahan pembuka melawan Portugal.
Momentum dari kemenangan atas Norwegia yang bermain dengan 10 orang pada Kamis lalu cepat menguap saat menghadapi Denmark yang lebih tangguh. Hasil ini membuat Wales menempati peringkat ketiga Grup A4 dengan dua laga krusial tersisa, sementara Denmark naik ke posisi kedua dengan koleksi enam poin.
Bellamy Kritik Jadwal Baru Jeda Internasional
Selepas pertandingan, Bellamy mengungkapkan kekesalannya terhadap format baru jeda internasional yang memaksa timnya memainkan empat pertandingan dalam 10 hari. Menurutnya, jadwal padat ini memberikan keuntungan bagi negara-negara besar dan justru merugikan tim seperti Wales.
“Secara fisik, saya sepenuhnya setuju dengan mereka yang tidak menyukai jendela baru ini. Ini tidak masuk akal,” ujar Bellamy. “Empat pertandingan di level seperti ini… bagi negara-negara lain, kita tahu siapa mereka karena saya berada di ruangan saat mereka semua memilih untuk itu. Saya salah satu yang tidak setuju, karena kami tahu ini benar-benar merugikan kami.”
Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga Wales dalam kampanye Nations League mereka, sekaligus menandai baru satu kemenangan dari delapan pertandingan yang dijalani Wales di sepanjang tahun 2026.
Penilaian Pemain dan Sorotan
Dalam penilaian pemain, Ethan Ampadu menjadi salah satu yang menonjol meski Wales tampil datar secara keseluruhan. Sejumlah pemain bertahan Wales kesulitan mengatasi kecepatan Gustav Isaksen dan Mohamed Daramy, sementara bek sayap Wales harus bekerja ekstra keras menghadapi serangan balik Denmark yang cepat.
- Danny Ward: melakukan dua penyelamatan penting, tetapi kesalahannya menentukan hasil akhir.
- Ethan Ampadu: tampil solid dan berkontribusi baik dalam penguasaan bola.
- Lini belakang Wales: kewalahan menghadapi kecepatan pemain depan Denmark.
- Brennan Johnson: satu-satunya peluang berarti Wales lewat half-volley yang melambung.
Denmark kini menatap dua laga sisa dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Wales harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang bertahan di kompetisi ini.
Kekalahan ini menjadi gambaran nyata betapa beratnya jadwal padat bagi negara dengan kedalaman skuad terbatas. Wales, yang diterpa badai cedera, harus menerima kenyataan bahwa kerja keras saja tidak cukup ketika kualitas dan kebugaran menjadi taruhannya. Dengan dua pertandingan tersisa, Bellamy dituntut menemukan solusi cepat untuk mengembalikan momentum timnya sebelum peluang mereka di Nations League benar-benar sirna.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






