Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Pasukan maritim Negara Bagian Puntland, Somalia, berhasil membebaskan kapal tanker minyak MT Honour 25 beserta empat warga negara Indonesia yang disandera perompak. Operasi penyerbuan bersenjata yang digelar pada Selasa pagi, 29 September 2026, di lepas pantai Bandarbeyla itu mengakhiri aksi pembajakan yang berlangsung sejak 21 April 2026.
Kapal berbendera Palau tersebut mengangkut sekitar 18.500 barel minyak menuju Mogadishu dan diawaki oleh 17 pelaut. Empat di antaranya merupakan WNI, yakni Kapten Ashari Samadikun asal Gowa, 2nd Officer Adi Faizal asal Bulukumba, Chief Officer Wahudinanto asal Pemalang, serta Fiki Mutakin asal Bogor.
Meski pembebasan akhirnya tercapai, operasi tersebut tidak berjalan tanpa korban. Sebelum aparat berhasil menguasai kapal, kelompok bajak laut menembak mati lima orang sandera. Korban tewas terdiri dari tiga warga negara Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar. Selain itu, lima awak kapal mengalami luka-luka, termasuk satu WNI atas nama Fiki Mutakin.
Berikut rincian data terkait insiden pembajakan dan operasi pembebasan MT Honour 25:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Nama kapal | MT Honour 25 (bendera Palau) |
| Muatan | Sekitar 18.500 barel minyak |
| Tujuan | Mogadishu, Somalia |
| Jumlah awak | 17 pelaut |
| Warga negara Indonesia | 4 orang |
| Awal pembajakan | 21 April 2026 |
| Operasi pembebasan | 29 September 2026 |
| Lokasi | Lepas pantai Bandarbeyla, Puntland |
Empat WNI yang berhasil dibebaskan memiliki latar belakang daerah yang beragam, mulai dari Gowa, Bulukumba, Pemalang, hingga Bogor. Kapten Ashari Samadikun, 2nd Officer Adi Faizal, dan Chief Officer Wahudinanto dilaporkan selamat, sementara Fiki Mutakin mengalami luka dan membutuhkan perawatan.
Pembajakan yang berlangsung hampir lima bulan ini menjadi salah satu insiden terpanjang di perairan Somalia dalam beberapa tahun terakhir. Pasukan Puntland menyatakan operasi dilakukan setelah melalui proses negosiasi dan pemantauan intensif terhadap posisi kapal serta kondisi para sandera.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






