Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Paparan suhu tinggi dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk menghadapi kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Alifah Nabilah Masturah, menjelaskan bahwa keadaan ini berkaitan dengan peningkatan stres dan perubahan respons emosional, dilansir dari Medcom.
Selain menimbulkan rasa gerah dan kelelahan, cuaca panas juga dapat mengganggu kenyamanan psikologis. Ketika tubuh menerima rangsangan lingkungan secara berlebihan, kemampuan seseorang dalam menyikapi situasi di sekitarnya bisa ikut terpengaruh.
Respons tubuh terhadap lingkungan yang tidak nyaman menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan tekanan psikologis. Menurut Alifah, setiap orang memiliki kapasitas tertentu dalam menerima stimulus dari lingkungan, dan beban yang melampaui batas normal dapat memicu perubahan hormonal.
Perubahan hormonal tersebut kemudian memengaruhi suasana hati dan cara seseorang merespons situasi. Akibatnya, orang yang biasanya tenang bisa menjadi lebih cepat marah atau tersinggung saat cuaca panas melanda.
Alifah menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga pada kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. Ketika tubuh terus-menerus beradaptasi dengan suhu tinggi, energi yang tersedia untuk fungsi kognitif pun berkurang.
Untuk mengurangi dampak tersebut, ia menyarankan agar masyarakat menjaga hidrasi tubuh, mencari tempat yang lebih sejuk, dan mengatur waktu aktivitas di luar ruangan. Istirahat yang cukup serta pengelolaan stres juga dinilai penting agar emosi tetap stabil saat cuaca panas.
“Kesadaran akan batas tubuh dan lingkungan menjadi kunci agar kita tidak mudah terpancing emosi,” ujar Alifah.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






