MUI Soroti Praktik Taruhan Skin Game Digital Berunsur Maysir

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

MUI Soroti Praktik Taruhan Skin Game Digital Berunsur Maysir

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti maraknya praktik penggunaan barang berupa tampilan karakter atau item digital sebagai barang taruhan antar pemain dalam game kompetitif. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena melibatkan aset virtual yang memiliki nilai ekonomis dan dipertaruhkan dalam pertandingan.

Aset digital seperti pakaian karakter, senjata virtual, dan aksesori langka kerap dijadikan jaminan dalam laga tanding satu lawan satu. Pihak yang kalah diwajibkan menyerahkan aset milik mereka kepada pemenang, sementara pihak yang menang berhak mengklaim seluruh barang yang dipertaruhkan.

Dalam pandangan hukum muamalah, ketiadaan transaksi uang tunai langsung tidak menghapus unsur perjudian atau maysir. Penilaian hukum berpatokan pada keberadaan barang bernilai ekonomis yang sengaja dipertaruhkan atas hasil menang atau kalah. Artinya, meskipun taruhan tidak menggunakan uang fisik, praktik tersebut tetap mengandung unsur maysir yang dilarang dalam Islam.

MUI menegaskan bahwa unsur maysir tidak ditentukan oleh bentuk alat tukar yang digunakan, melainkan oleh adanya pertaruhan yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain secara tidak sah. Praktik taruhan skin game digital ini dinilai memenuhi kriteria tersebut karena ada barang bernilai yang dipertaruhkan atas dasar untung-untungan hasil pertandingan.

Berikut sejumlah aset digital yang sering dijadikan barang taruhan dalam game kompetitif:

  • Pakaian karakter atau skin yang memiliki nilai jual tinggi.
  • Senjata virtual dengan tampilan langka dan eksklusif.
  • Aksesori langka yang hanya diperoleh melalui event tertentu.
  • Item digital lain yang dapat diperdagangkan antar pemain.

Dengan adanya sorotan ini, MUI mengingatkan para pemain game digital agar berhati-hati terhadap praktik taruhan yang mengandung unsur maysir. Edukasi kepada komunitas gamer dan pengembang game dinilai penting agar ekosistem game kompetitif tetap bersih dari praktik perjudian terselubung.

Penulis: Redaksi Suara Landak

Editor: Redaksi Suara Landak