Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Perhelatan MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober 2026 meninggalkan jejak ekonomi yang signifikan bagi daerah sekitarnya. Kota Mataram, yang secara geografis tidak masuk dalam ring satu kawasan sirkuit, justru menikmati limpahan berkah dengan lonjakan okupansi hotel yang menembus angka 90 persen.
Mataram Ketiban Durian Runtuh
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengungkapkan bahwa evaluasi pasca-event menunjukkan geliat ekonomi dari sektor restoran, UMKM, dan perhotelan mengalami lonjakan yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski tidak berada di lingkar utama sirkuit, Mataram berhasil menggaet wisatawan domestik maupun mancanegara secara maksimal.
“Dari evaluasi bersama teman-teman, tingkat hunian hotel, restoran, dan UMKM kita sangat-sangat berdampak,” ujar Alwan saat dikonfirmasi pada Senin (12/10/2026). Ia menambahkan bahwa perubahan tren penonton tidak menyurutkan dampak positif bagi perekonomian daerah, dengan pusat perbelanjaan hingga restoran turut terlihat ramai selama periode balapan.
Puncak Okupansi Hotel Capai 90 Persen
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Made Adiyasa, memaparkan data bahwa sepanjang periode puncak perhelatan MotoGP Mandalika 2026, tingkat keterisian kamar pada 9-12 Oktober 2026 menembus 90 persen. Rata-rata penonton MotoGP menginap di hotel bintang satu hingga bintang empat yang tersebar di Kota Mataram.
“Puncak keterisiannya terjadi pada 10 Oktober 2026. Dan per hari ini, 12 Oktober, tamu sudah mulai proses check out,” jelas Adiyasa. Fenomena ini menunjukkan bahwa Kota Mataram menjadi pilihan akomodasi utama bagi para penggemar balap yang tidak mendapatkan penginapan di kawasan Mandalika.
UMKM Lokal Raih Lonjakan Pendapatan
Dampak ekonomi tidak hanya dirasakan sektor perhotelan. PT Pertamina (Persero) menghadirkan 30 UMKM untuk menjajakan produknya di bazar area Festival Energizing Indonesia selama gelaran MotoGP Mandalika 2026. Dari total tersebut, 26 UMKM bergerak di sektor makanan dan minuman, sementara sisanya menawarkan produk kerajinan tangan hingga perawatan tubuh.
Manager SMEPP Pertamina, Fety, menyatakan bahwa kehadiran UMKM ini tidak sekadar meramaikan ajang balap internasional, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar dan peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal. Program ini secara khusus melibatkan masyarakat dan kelompok inklusif, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.
Salah satu UMKM yang dilibatkan adalah Loyok Kreatif, produsen kerajinan anyaman bambu asal Desa Loyok. Pemilik usaha, Agus Hartadi, merasa bangga karena produk kerajinan khas desanya turut menjadi bagian dari penyediaan suvenir atau merchandise dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. “UMKM-UMKM ini tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga memberdayakan rekan-rekan di sekelilingnya dan saling berkolaborasi,” kata Fety.
Lima Buruh Proyek Tak Diproses Hukum
Di sisi lain, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap lima buruh proyek asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang sebelumnya diamankan karena melompati pagar Sirkuit Mandalika demi menonton balapan tanpa tiket. Kelimanya telah berada di Lombok Tengah selama dua bulan bekerja pada proyek pembangunan vila di kawasan Mengulung, Kuta Mandalika.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Arisandi, menjelaskan bahwa kelima buruh tersebut telah dikembalikan kepada mandornya setelah diberikan pembinaan, edukasi, pemahaman, serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Kasus ini tidak dilanjutkan ke proses hukum karena tidak adanya laporan resmi dari ITDC selaku pengelola Sirkuit Mandalika.
“Hingga saat ini, ITDC juga belum ada laporan. Kalau memang ini diproses hukum, kita ada laporan. Tapi, sejauh ini belum. Jadi, sifatnya kami hanya lakukan pembinaan saja,” imbuh Arisandi.
Marquez Putus Kutukan, Aprilia Cetak Sejarah
Dari sisi sportivitas, MotoGP Mandalika 2026 berlangsung penuh kejutan. Marc Marquez akhirnya mematahkan catatan buruknya di Sirkuit Mandalika dengan finis di posisi keenam, setelah pada edisi-edisi sebelumnya selalu gagal menyelesaikan balapan akibat crash dan cedera. Sementara itu, Aprilia mencetak sejarah dengan menguasai posisi pertama hingga keempat, dan Raul Fernandez finis kedua meski mengalami patah dua jari tangan.
Euforia balapan juga diwarnai momen spesial ketika pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dipercaya mengibarkan bendera finis pada balapan utama, Minggu (11/10/2026). Herdman tampil mengenakan jersey home Timnas Indonesia dan kacamata hitam saat menaiki marshal tower di area pit lane.
Penunjukan Herdman terbilang mendadak untuk menggantikan penyanyi Agnez Mo, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai tokoh sepak bola pertama yang dipercaya mengibarkan bendera finis di Sirkuit Mandalika. Pada edisi sebelumnya, tugas tersebut umumnya diberikan kepada kalangan selebritas seperti Maia Estianty pada 2024 dan Angga Yunanda pada 2025.
“Momen ini terasa bertekanan tinggi, seperti berada di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada babak tambahan waktu. Saya sangat bersemangat dan belum pernah merasakan tingkat kecepatan sedekat ini,” ujar Herdman seusai mengibarkan bendera.
Secara keseluruhan, MotoGP Mandalika 2026 membuktikan bahwa dampak sebuah event internasional tidak hanya terbatas pada lintasan balap. Kota Mataram, meski bukan tuan rumah utama, berhasil menuai manfaat ekonomi yang signifikan melalui lonjakan okupansi hotel, geliat UMKM, dan peningkatan aktivitas sektor restoran. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan penyelenggara event menjadi kunci keberhasilan ini. Dengan tren positif yang terus berlanjut, MotoGP Mandalika diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Nusa Tenggara Barat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga kelas dunia.
Sumber Berita: detikBali, IDN Times, VIVA
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





