Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Dunia intelijen internasional kembali menjadi perhatian publik setelah serangkaian peristiwa yang menyoroti peran Mossad, badan intelijen Israel, dalam berbagai operasi dan investigasi lintas negara. Mulai dari penyelidikan serangan terhadap pilot Flydubai, keterlibatan dalam strategi geopolitik melawan Iran, hingga dugaan koneksi dengan mantan kepala intelijen Jerman yang ditangkap atas tuduhan spionase, nama Mossad muncul di pusat berbagai kontroversi.
Investigasi Serangan Kapal Flydubai
Investigasi terhadap upaya pembajakan pesawat Flydubai yang terbang menuju Israel terus berkembang. Kopilot Hamam al-Hammami dilaporkan mencoba membawa pesawat jatuh menggunakan kapak darurat, namun berhasil digagalkan oleh kapten Smit Machchhar bersama kru dan sejumlah penumpang. Menurut laporan yang mengutip sumber investigasi, al-Hammami mengaku hampir melancarkan serangan serupa pada musim panas sebelumnya, tetapi membatalkan niatnya.
Otoritas Uni Emirat Arab menyatakan insiden ini sebagai serangan teror. Investigasi mengungkap bahwa al-Hammami pernah ditandai sebagai ancaman keamanan pada 2024 dan diskors dari posisinya sebagai pilot trainee di Oman Air karena memiliki materi ekstremis serta unggahan antisemit di media sosial. Meski demikian, ia diterima di Flydubai hanya delapan bulan sebelum insiden.
Yang menjadi sorotan adalah kehadiran tim investigasi Mossad dan pakar penerbangan Israel yang tiba di Abu Dhabi bersama agen intelijen Amerika untuk turut serta dalam penyelidikan. Kehadiran mereka menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterlibatan Israel dalam mengusut serangan yang menyasar penerbangan menuju negaranya. Investigasi juga mempertanyakan mengapa pemeriksaan latar belakang terhadap al-Hammami gagal dilakukan sebelum ia ditugaskan di kokpit.
Koneksi Mantan Kepala Intelijen Jerman dengan Mossad
Di Jerman, penangkapan August Hanning, mantan kepala Badan Intelijen Federal Jerman (BND) periode 1998-2005, membuka tabir hubungannya dengan tokoh-tokoh intelijen Israel. Hanning, yang kini berusia 80 tahun, ditahan pada 6 Oktober atas tuduhan terkait rahasia negara dan layanan intelijen asing. Jaksa belum mengungkap identitas negara yang terlibat.
Jurnalis Max Blumenthal menyoroti bahwa Hanning memiliki koneksi Israel yang sangat luas. Hanning dilaporkan memperkenalkan pewaris kaya Jerman, Christina Block, kepada firma spionase swasta Israel, CGI Group. Block kemudian menggunakan jasa firma tersebut untuk menculik anak-anaknya dari mantan suaminya dan menanam gambar palsu kekerasan anak di ponsel pria itu.
Selain itu, Hanning juga menjabat di dewan penasihat United Against Nuclear Iran (UANI), sebuah kelompok tekanan Amerika yang kepemimpinannya mencakup mantan pejabat senior Mossad. Ia juga dilaporkan pernah mendekati mantan kepala Shin Bet untuk mengatur penculikan anak-anak pewaris Jerman tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang keterkaitan antara pejabat intelijen Barat dan jaringan operasi Israel.
Strategi Melawan Iran dan Peran Mossad
Di panggung geopolitik, Mossad disebut sebagai salah satu aktor kunci dalam strategi multi-front untuk melemahkan rezim Iran. Jenderal Purnawirawan Jack Keane, dalam sebuah wawancara, menguraikan pendekatan yang mencakup sanksi ekonomi, aksi militer, dan operasi rahasia yang melibatkan Mossad dan CIA. Pernyataan ini menegaskan bahwa Mossad tetap menjadi instrumen utama dalam kebijakan luar negeri Israel dan sekutunya terhadap Teheran.
Pengakuan atas Peran Mossad dalam Tragedi 7 Oktober
Dalam peringatan tiga tahun tragedi 7 Oktober, Ketua Partai Shas Aryeh Deri mengungkapkan pengakuan mengejutkan. Ia menyatakan bahwa Kepala Mossad Roman Gofman pernah mengatakan kepadanya bahwa relawan Chareidi Hatzalah menyelamatkan nyawanya pada hari nahas tersebut. Gofman, yang saat itu menjabat komandan pangkalan IDF di Negev, terjun ke pertempuran melawan teroris Hamas dan terluka parah di luar Sderot.
Presiden dan pendiri United Hatzalah, Eli Beer, mengenang bagaimana para relawan organisasi itu berlari ke tengah tembakan untuk menyelamatkan ratusan korban, termasuk Gofman. Pengakuan ini menyoroti kerja sama antara komunitas relawan dan aparat keamanan Israel, termasuk Mossad, dalam situasi darurat.
Implikasi dan Tantangan bagi Mossad
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa Mossad tidak hanya beroperasi di medan perang dan operasi rahasia, tetapi juga terlibat dalam investigasi internasional, hubungan dengan pejabat asing, dan bahkan operasi swasta yang menuai kontroversi. Keterlibatan dalam investigasi Flydubai menimbulkan pertanyaan tentang kedaulatan dan kerja sama intelijen lintas negara. Sementara itu, kasus Hanning mengungkap betapa dalamnya jaringan yang menghubungkan intelijen Israel dengan pejabat Eropa, bahkan setelah mereka pensiun.
Di sisi lain, pengakuan Deri tentang peran Mossad dalam menyelamatkan nyawa selama 7 Oktober memberikan dimensi humanis pada badan intelijen yang sering digambarkan kontroversial. Namun, kritik terhadap operasi Mossad, terutama yang melibatkan penculikan dan spionase, tetap menjadi perdebatan global.
Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan meningkatnya pengawasan terhadap operasi intelijen, Mossad diprediksi akan terus menjadi aktor sentral dalam lanskap keamanan internasional. Bagaimana badan ini menavigasi tantangan hukum, diplomatik, dan etika akan menentukan reputasinya di mata dunia.
Sumber Berita: Crikey, Middle East Monitor, Fox News, i24NEWS, Kikar H’Shabbat
Penulis: Redaksi Internasional
Editor: Tim Editor Global
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






