Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mempertimbangkan kebijakan moratorium atau penghentian sementara produksi smelter nikel untuk produk setengah jadi. Wacana ini muncul sebagai respons terhadap kondisi kelebihan pasokan (oversupply) di pasar internasional yang berisiko menekan harga komoditas nikel. Kebijakan tersebut disiapkan pemerintah guna menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan industri nikel nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam sebuah acara di Hotel Raffles, Jakarta, pada Rabu (7/10/2026). Menurutnya, kapasitas produksi dan cadangan nikel nasional saat ini telah mencapai sekitar 2,5 juta ton. Angka tersebut dinilai memicu surplus pasokan di tingkat global sehingga pemerintah merasa perlu melakukan pembatasan pada industri pemrosesan tingkat awal.
“Kita lagi mengkaji kalau memang kita sudah terjadi oversupply untuk dunia… kita dapat pertimbangkan untuk industri yang setengah jadi ini kita mulai mencoba untuk meminimalisir, bahkan mungkin kita melakukan moratorium,” ujar Bahlil seperti dikutip dari Suara.
Lebih lanjut, pemerintah berencana mengarahkan fokus pembangunan pada industri hilir yang menghasilkan produk jadi secara langsung. Langkah ini diambil untuk mentransformasi struktur ekonomi nasional sekaligus menjaga margin keuntungan para pelaku usaha di tengah dinamika permintaan dunia. Dengan demikian, kebijakan moratorium smelter nikel tidak hanya bertujuan mengatasi oversupply, tetapi juga mendorong industrialisasi yang lebih bernilai tambah.
Dampak dan Pertimbangan Kebijakan
Kebijakan moratorium smelter nikel ini masih dalam tahap pengkajian mendalam. Pemerintah akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak terhadap investasi, tenaga kerja, dan penerimaan negara. Namun, Bahlil menegaskan bahwa fokus utama adalah menciptakan keseimbangan pasar dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
- Kapasitas produksi nikel nasional: sekitar 2,5 juta ton
- Tujuan moratorium: mengatasi oversupply global dan menekan harga
- Arah kebijakan: mendorong industri hilir produk jadi
Dengan langkah ini, diharapkan industri nikel Indonesia dapat lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional. Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar global sebelum mengambil keputusan final terkait moratorium.
Sumber: Suara Landak
Penulis: Tim Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






