Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa penguatan gerakan koperasi merupakan langkah strategis untuk mengembalikan kemandirian ekonomi rakyat sekaligus mengakhiri penguasaan sumber daya yang selama ini terpusat pada segelintir korporasi besar. Pernyataan itu disampaikan Ferry saat menghadiri Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) Ke-42 di Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, serta pejabat kementerian dan sejumlah pakar ekonomi syariah. Dalam forum itu, Ferry mengingatkan bahwa sejarah koperasi dan Asuransi Bumiputera pada 1912 tidak dapat dilepaskan dari gagasan kemerdekaan yang dirintis oleh H.O.S. Tjokroaminoto dalam Kongres Syarikat Islam ke-3 di Bandung.
Koperasi sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi
Ia menilai bahwa penguatan koperasi harus diarahkan pada upaya mengembalikan kedaulatan ekonomi rakyat. Selama ini, sumber daya ekonomi dinilai terlalu banyak dikuasai oleh korporasi besar, sehingga masyarakat kecil kurang mendapatkan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejarah dan Semangat Kebangkitan
Ferry menyoroti bahwa jejak koperasi di Indonesia telah ada sejak awal abad ke-20, ketika semangat kemerdekaan mulai tumbuh melalui organisasi pergerakan. Pendirian koperasi dan Asuransi Bumiputera pada 1912 menjadi bukti bahwa gagasan ekonomi kerakyatan telah lama menjadi bagian dari perjuangan bangsa.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghidupkan kembali semangat tersebut dalam konteks kekinian. Kebangkitan koperasi dinilai relevan untuk menjawab tantangan ekonomi modern, termasuk ketimpangan dan dominasi modal besar.
Langkah Strategis ke Depan
Dalam diskusi tersebut, sejumlah langkah strategis yang perlu didorong antara lain:
- Memperkuat kelembagaan koperasi agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
- Mendorong digitalisasi dan penguatan permodalan koperasi.
- Meningkatkan peran koperasi dalam rantai pasok dan sektor riil.
- Membangun sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha.
Ferry berharap Kongres Nasional Syarikat Islam Ke-42 dapat menghasilkan rumusan yang memperkuat gerakan koperasi sebagai pilar kemandirian ekonomi. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar koperasi kembali menjadi penggerak utama ekonomi rakyat.
Penulis: Redaksi Suara Landak. Editor: Redaksi Suara Landak.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






