Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | Putusan bersalah terhadap Manchester City terkait regulasi Premier League kembali memicu pembahasan laga pemungkas musim 2011/2012. Momen dramatis gol Sergio Aguero yang menggagalkan kemenangan gelar Manchester United kembali menjadi sorotan, seperti dilansir dari Bola.
Perkembangan kondisi tersebut memunculkan ulang cerita perihal wejangan Sir Alex Ferguson di ruang ganti. Cerita seputar respons Ferguson usai laga menentukan itu sempat disampaikan oleh deretan mantan pemain Setan Merah.
Tom Cleverley membeberkan kenangannya terkait pesan mendalam sang manajer usai laga. Melalui situs resmi klub, ia menyebut Ferguson menekankan pentingnya tampil tajam di lini depan.
Kronologi Drama Gelar 2012
Pada laga terakhir musim 2011/2012, Manchester United dan Manchester City bersaing ketat memperebutkan gelar. MU menang atas Sunderland, sementara City tertinggal 1-2 dari QPR hingga menit akhir. Gol Sergio Aguero di menit 90+4 mengubah skor menjadi 3-2 dan memastikan City juara berdasarkan selisih gol.
- Manchester United: menang atas Sunderland
- Manchester City: menang dramatis 3-2 atas QPR
- City juara lewat selisih gol
Reaksi Ferguson di Ruang Ganti
Cerita yang diungkap Tom Cleverley menyebut Ferguson tetap menekankan pentingnya ketajaman lini depan. Pesan itu menjadi refleksi bahwa gelar bisa hilang hanya karena selisih gol.
Dampak Kasus Pelanggaran Man City
Putusan bersalah terhadap Manchester City terkait regulasi Premier League membuka kembali ingatan kolektif atas musim 2011/2012. Banyak pihak menilai kasus ini memberi perspektif baru atas persaingan gelar yang berlangsung dramatis saat itu.
Penulis: Redaksi Suara Landak. Editor: Redaksi Suara Landak.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






