Karhutla Banjarmasin Capai 71 Kejadian, Penanganan Diperkuat dari Darat dan Udara

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Karhutla Banjarmasin Capai 71 Kejadian, Penanganan Diperkuat dari Darat dan Udara

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Kebakaran lahan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tercatat sebanyak 71 kejadian karhutla sejak Juli hingga Oktober 2026, dengan tren yang terus meningkat setiap bulannya. Atas arahan Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR, Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan melalui posko siaga 24 jam, pemadaman darat, pembasahan lahan, hingga dukungan operasi water bombing dari udara.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengungkapkan bahwa kejadian kebakaran lahan tersebar di sejumlah wilayah dan meningkat sejak Juli hingga memasuki Oktober 2026.

“Dari Juli, Agustus, September hingga Oktober trennya meningkat. Terhitung sejak Juli sampai Oktober ini, ada 71 kejadian,” kata Husni.

Berdasarkan data BPBD Kota Banjarmasin, beberapa wilayah mencatat jumlah kejadian terbanyak seperti terlihat pada tabel berikut:

Wilayah Jumlah Kejadian
Sungai Andai 12 kejadian
Basirih Selatan 7 kejadian
Pemurus Dalam 6 kejadian
Tanjung Pagar 6 kejadian
Kuripan 3 kejadian

Dalam perkembangan terakhir, kebakaran lahan antara lain terjadi di kawasan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, serta Sungai Biuku Terantang, Kelurahan Sungai Andai. BPBD dan Damkar Kota Banjarmasin dikerahkan sebagai unsur teknis pemadaman bersama instansi terkait lainnya.

Posko Siaga dan Pos Lapangan Beroperasi 24 Jam

Untuk mempercepat respons, Pemerintah Kota Banjarmasin membentuk Tim Siaga Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kabut Asap Kota Banjarmasin. Posko Komando atau Posko Induk kemudian beroperasi di Kantor BPBD Kota Banjarmasin sebagai pusat koordinasi penanganan.

Seiring meningkatnya kejadian, BPBD mendirikan tiga pos lapangan di wilayah Pemurus Dalam, Sungai Andai, dan Sungai Lulut. Ketiga pos tersebut diperkuat personel gabungan dan beroperasi selama 24 jam dalam dua shift.

Personel yang terlibat terdiri dari:

  • BPBD Kota Banjarmasin
  • Damkar Pemko Banjarmasin
  • Damkar Swakarsa
  • Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB)
  • Babinsa
  • Bhabinkamtibmas

Keberadaan pos lapangan tidak hanya ditujukan untuk merespons kebakaran. Saat tidak ada kejadian, petugas bersama unsur FPRB melakukan pemantauan dan pembasahan pada lahan kering yang dinilai berpotensi terbakar. Dukungan unit tangki dan peralatan portable juga disiapkan untuk memastikan ketersediaan air ketika pemadaman diperlukan.

Dukungan Air dan Operasi Udara

Dalam mendukung kebutuhan air untuk pemadaman, PAM Bandarmasih turut memasok air yang digunakan oleh tim di sejumlah titik kebakaran. Dukungan ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas unsur untuk memastikan kebutuhan air selama proses pemadaman dan pembasahan lahan dapat terpenuhi.

Selain penanganan di dalam kota, tim Banjarmasin juga beberapa kali memberikan bantuan pemadaman di wilayah yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin, termasuk Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. Bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD dan pihak terkait di masing-masing wilayah.

“Beberapa kali tim kita juga keluar wilayah Kota Banjarmasin, seperti ke Barito Kuala maupun ke Kabupaten Banjar untuk membantu di perbatasan,” ujar Husni.

Penanganan juga diperkuat dari udara. Melalui koordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan BNPB, operasi helikopter water bombing dilakukan di sejumlah kawasan yang membutuhkan dukungan, termasuk Sungai Andai dan kawasan Pemurus. Dukungan operasi udara tersebut melengkapi pemadaman yang dilakukan tim di darat untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan mencegah api meluas.

Perlindungan Petugas dan Kesehatan Masyarakat

Di sisi lain, Pemerintah Kota Banjarmasin juga memperhatikan kondisi kesehatan petugas yang bekerja di lapangan. Tim kesehatan yang tergabung dalam Tim Siaga memberikan pemeriksaan kesehatan kepada personel di Posko Induk maupun tiga pos lapangan, disertai pemberian vitamin dan masker.

Ketersediaan air dan kesehatan personel menjadi bagian penting dalam memastikan operasi penanganan berjalan optimal. PAM Bandarmasih menyiagakan pasokan air untuk mendukung kebutuhan pemadaman, sementara tim kesehatan melakukan pemeriksaan rutin terhadap relawan dan petugas yang bertugas di lapangan.

Perkembangan kualitas udara juga menjadi bagian dari koordinasi penanganan dampak kabut asap, termasuk dalam perlindungan anak-anak. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan pendidikan, seperti penerapan pembelajaran jarak jauh dan penyesuaian jam belajar sesuai perkembangan kondisi udara.

Tim Siaga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat yang melihat titik api diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Atas arahan Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR, pemerintah bersama petugas dan unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan dari darat hingga udara, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api dan melaporkan kejadian sedini mungkin.

Sumber Berita: Barito Post (https://www.baritopost.co.id/karhutla-banjarmasin-capai-71-kejadian-penanganan-diperkuat-dari-darat-dan-udara/)

Penulis: Hamdani
Editor: Hamdani